BREAKING NEWS

Kamis, 20 Februari 2014

Jenis Kenari Yorkshire



 
Burung kenari ini merupakan hasil persilangan burung kenari lancashire dan burung kenari belgia. Bentuk burung ini terkadang digambarkan seperti wortel yang terbalik. Burung ini selalu berdiri tegak, dengan kaki panjang. Dengan keadaan seperti itulah para juri menilai keindahan burung kenari ini. Panjang burung mi kira-kira 16 cm.

Dan burung jenis ini salah satu jenis kenari yang sangat fenomenal. Disebut seperti ini karena kenari jenis ini memang banyak digemari oleh pecinta burung kenari hampir di semua negara. Selain posturnya yang besar dan aduhai, kenari yorkshire juga memiliki volume yang relatif di atas rata-rata. 
  
K E N A R I   N O R W I C H
 
Burung kenari ini mempunyai sejarah sendiri. Penenun - penenun bangsa Flam yang memelihara burung ini pernah melarikan diri ke Inggris, untuk menghindani pembantaian bangsa Spanyol. Mereka tinggal di wilayah Norwich di Norflok (Inggris). Mereka inilah yang menjaga kelestanian burung ini. Burung kenari norwich dewasa ini merupakan burung kenari yangmenarik. Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan bentuk yang serba 'Bulat'. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek, dan ekor pendek, serta paruh yang juga pendek. Panjangnya antara 15—16 cm. 






K E N A R I  C I N N A M O N
 
Burung Cinnamon dewasa ini mempunyai kesamaan dengan kenari Norwich dan tergolong burung yang menarik.Mereka inilah yang menjaga kelestarian burung ini. Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek.
Banyak dan burung ini yang memiliki warna hijau yang menarik Sekali. Burung ini jarang yang berwarna putih. Panjangnya antara 15—16 cm.





K E N A R I  B O R D E R
 

Burung kenari border merupakan burung kenari yang paling populer. Burung ini berasal dan jenis cumberland fancy, dan bersumber dari negara perbatasan (border) antara lnggris dan Skotlandia. Burung ini berbentuk serba “bulat” dilihat dan sudut mana saja. Di dalam pertandingan, bentuk bulat itu sangat menentukan. Di samping itu tingkah burung harus menunjukkan kebiasaan gerak tertentu. Burung kenari border ini mencapai panjang 14 cm. 






K E N A R I  G L O S T E R
 
Burung ini tergolong jenis burung kenari yang dihasilkan peternakan akhir-akhir ini. Kenari gloster tergolong lebih kecil, dengan panjang badan tak lebih dan 11 cm. Kenari gloster sengaja diternakkan ke arah jenis yang kecil dan diusahakan agar selalu kecil, sehingga binatang ini tidak boleh lebih dan ± 11 cm saat memasuki pertandingan.

Di dalam gambar-gambar yang dapat dijumpai di buku-buku mengenai burung kenari kita akan dapat melihat bahwa kenari ini memiliki warna kuning dengan bagian sayap putih atau kehijau hijauan, sama seperti bagian ekornya. Pada kepala burung kenari gloster terdapat jambul, tetapi ada juga yang tidak. Burung dengan kepala polos dikenal dengan nama consort. 





K E N A R I  L A N C A S H I R E
 

Kenari ini adalah jenis kenari yang terbesar di Inggris. Jenis ini sekarang sudah jarang ditemu kan dalam bentuk aslinya. Burung ini lebih banyak disilang kan dengan jenis lain untuk mendapatkan badan yang besar. Jenis ini ada yang memiliki mahkota atau jambul yang di sebut lancashire coppy, dan ada pula yang kepalanya polos dan disebut lancashire plain head.






L O N D O N  F A N C Y
 

Kenari jenis ini disebutkan telah punah, dan burung kenari ini susah ditelusuri asalnya. Burung ini benar-benar sangat cantik. Bulunya berwarna keemasan yang cemerlang dengan sayap dan ekornya berwarna hitam, dan kontras yang sangat mengesankan. Ini tergolong jenis kenari Inggris yang sudah tua sekali, dan aslinya memiliki bintik-bintik hitam.






F I F E  F A N C Y
 

Kenari ini tergolong jenis baru, yang masih muda umurnya baru di pertengahan abad ini Bila melihat gambarnya, burung ini bentuknya sama seperti kenari london fancy, hanya ukurannya kecil, dengan bulu sayap dan ekor berwarna putih. Burung fife fancy ini sebenarnya burung border tetapi ukuran badannya lebih kecil.

Disebut demikian karena bentuk secara keseluruhan praktis sama, kecuali perbedaan ukurannya. Ukuran burung ini harus tidak lebih dan 11 cm. Burung ini sangat mudah diternakkan dan dapat memberikan variasi bulu yang sangat luas.








S C O T C H  F A N C Y
 
Di kalangan penggemar burung di inggris, burung ini di kenal dengan sebutan Bird O Circle, karena formasi dan kepala sampai ke ujung ekor pada waktu dipertandingkan berbentuk setengah lingkaran. Dalam pertandingan ada posisi, gerak, atau bunyi yang harus dipertontonkan oleh burung kenari. Keadaan yang tidak umum ini ditemukan Secara menonjol di wilayah Skotlandia dan Inggris Utara, Sedang di wilayah selatan burung ini tidak populer.
Burung Scotch harus memiliki kepala kecil, lebih bulat sedikit dan kepala burung kenari belgia. Lehernya ramping dan panjang, bahunya terisi penuh namun sempit dan bulat, sayap nya panjang dan menempel kuat ke badan, dan kaki yang panjang kuat terpentang dengan baik.





R O L L E R  C A N A R Y
 
Burung kenari roller ini, jenis burung kenari yang tergolong merajai burung berkicau. Burung ini keturunan burung kenari jerman yang diternakkan secara besar-besaran di wilayah Pegunungan Hartz. Di pegunungan ini kira-klra 400 keluarga berkecimpung mengembangbiakkan kenari dan melatihnya. Cara lama yang dipakai untuk melatih burung ini adalah dengan memasukkan burung ke dalam sangkar kecil dan membiar kan burung ini mendengarkan suara burung yang dikenal indah suaranya. Tetapi biasanya orang menggunakan suara kaset yang berisi rekaman suara burung kenari lain.





K E N A R I  C R E S T E D
 
Kenari Crest, Kenari ini tergolong jenis yang tua dari burung kenari, sebab sudah ada di sekitar tahun 1950-an. Mula-mula di kenal dengan nama Turn crown, dan pada permulaan abad ini dikenal sebagai King of the fancy (Raja Fantasi).
Mahkota burung ini haruslah besar dan mengembang dan tengah tengah kepala dan mengembang ke depan sampai ke paruh nya hampir sejajar dengan matanya sehingga mata hampir tertutup. Mahkota ini juga mengembang ke arah belakang kepala. Mahkota ini harus memiliki bentuk yang baik, luas dan tebal dengan bulu-bulu yang lebat dan lembut. Kenari mahkota adalah burung yang besar dan harus memiliki kepala yang besar, leher yang besar pendek dan badan bidang, sama seperti kenari norwich. Ternyata jenis crest ini ada yang mempunyai mahkota, tetapi ada pula yang memiliki kepala yang polos tanpa mahkota. 






F R I L L  C A N A R Y

Kenari ini dikenal sebagai kenari belanda di abad ke 18, tetapi kemudian muncul berbagai jenis yang menyebar ke berbagai negara. Dewasa ini dikenal Frill dan Belanda, Italia, Paris, sedang pihak Jepang telah menghasilkan jenis yang kecil. Umumnya jenis frill ini tergolong sebagai burung yang besar, sebab panjangnya dapat lebih dan 20 cm.
Ada tiga bagian yang disebut mantle, jabot, dan fin. Mantle (las) adalah bulu-bulu bagian punggung yang membelah di punggung dan jatuh secara sinietnis. Jabot adalah bulu di dada yang berombak dan menggulung ke dalam. Jabot ini harus datang dan tiap sisi dada untuk membentuk suatu ke rutan yang bertemu di bagian tengah bagaikan suatu bentuk kerang yang menutup. Sedang fin adalah bulu-bulu yang panjang, benar-benar berjumbai yang datang dan paha dan bergerak ke atas sekeliling sayap. Kenari frill yang indah dapat menjadi burung yang sangat indah, tetapi kenari yang buruk akan menjadi burung yang memberi kesan ganjil dan aneh karena bentuknya itu. Burung-burung ini tergolong sebagai burung ternak yang baik.




Kode Negara Pada Ring Kenari Import
JERMAN :
DKB : Deutscher Kanarie und Vogelzüuchter-Bund e.V.
AZ : Vereinigung für Artenschutz, Vogelhaltung und Vogelzucht e. V.
VZE : Vereinigung für Zucht und Erhaltung einheimischer und fremdländischer Vögel

AUSTRIA :
OKB : Österreichischer Kanarienzüchter und Vogelliebhaberbund.
ROK : Rassezucht österreichischer Kleintierzüchter.

BELGIA :
AOB : Koninklijke Algemene Ornithologische Bond van België
A.Vi.Bo : Algemene Vinkeniers Bond Aviornis International
B.G.C : Belgische Grasparkietenclub
B.P.C : Belgische Postuurkanarie Club Club Belge de canaris de posture 
B.V.A : Belgische Vereniging Agapornieden
B.v.L.L : Belgische Vereniging van Lori’s en Loriculus
F.O.W : Fédération Ornithologique Wallonne
K.B.F.K : Koninklijke Belgische Federatie van Kanarieliefhebbers
K.B.O.F : Koninklijke Belgische Ornithologische Federatie
K.B.S : Koninklijke Belgische Samenwerking
F.R.B : Fédération Royale Belge de coopération
K.E.V : Kweekgroepen Europese Vogels
K.N.B.B : Koninklijke Nationale Bond van Belgie voor Waterslagers
P.F : Parkietenfederatie
W.P.C : West-Vlaamse Parkietenclub

BOSNIA-HERCEGOVINA :
BH : Savez Uzgajivaca Ptica Bosna i Hercegovina

BRASIL :
FOB : Federaçao Ornitógica do Brasil

BULGARIA : 
BG : Association Bulgare d’Oiseaux Décoratifs

CANADA :
A.E.O.M : Canada Association des Eleveurs d’Oiseaux de Montréal

CHILI  :
SOCH : Sociedad Ornitologica Chilena

CHYPRUS :
Cyprus Canary Association

COLOMBIA :
FOC : Federacion Ornitologica Colombiana
A.C.R.O.C : Asociacion de Canaricultores y Ornitofilos de Colombia

KROASIA :
HR : Harvatski Ornitoloski Savez

CUBA :
A.N.O.C. : Asociacion Nacional Ornitologica de Cuba

DENMARK :
JFKK : Jydsk Fynsk Kanarieklub
DKX : Dansk Kanarieopdrætter Klub
DZK : Dansk Zebrafinke Klub

SPANYOL :
E2 : Federación Ornitológica Cultural y Deportiva Española (F.O.C.D.E.)
E3 : Federación Ornitológica Española. (F.O.E.)
E4 : Federación Ornitológica Catalana Cultural Deportiva (F.O.C.C.D.).
E5 : Federación Balear de Ornitologia (F.B.O.)
E6 : Federación Ornitológica Regional Catalana (F.O.R.C.)
E7 : Federación Ornitológica Comunidad Valenciana (F.O.C.VA.)
E8 : Federación Ornitológica Andaluza (F.O.A.)
E9 : Federación Ornitológica Regional Gallega (F.O.R.G.).
E10 : Federación Ornitológica Comunidad de Madrid (F.O.CO.MA.)
E11 : Federación Ornitológica Comunidad Murciana (F.O.C.M.)
E12 : Federación Ornitológica Comunidad Castilla la Mancha (F.O.C.C.MA.)

PERANCIS :
UOF : Union Ornithologique de France
FFO : Fedération Français Ornithologique
CDE : Club des Exotiques

INGGRIS / GREAT BRITTAIN :
IOA : International Ornithological Association COM GB
BBC : British Bird Council
CCBA : Canary Colour Breeders Association
LCA : Lizard Canary Association of Great Britain
CCC : Crested Canary Club
WFS : Waxbill Finch Society

GRÈCE :
EOO : Greek Ornithological Federation
FOP : Panellinia Omospondia Ornithologias

HONGARIA :
MDOSZ : Magyar Díszmadártenyésztõk Országos Szövetsége  
Confédération Nationale des Eleveurs d’Oiseaux d’Agrément Hongrois

IRLANDIA : 
EAO : Eire Ornithological Association COM Ireland

ISRAEL :
ILF : Israel Federation of Bird Breeders

ITALIA :
FOI : Federazione Ornicoltori Italiani
LUXEMBOURG : Fédération Luxembourgeoise d’Ornithologie

MACEDONIA :
OFM : Ornitoloska Federacija na Makedonija

ARGENTINA :
FOA

MALTE ( Malta ) :
BBA : Birds Breeders Association
MLT : Malta Cage Birds Association

BELANDA :
BEC : BEC (Belangenbehartiging Europese Cultuurvogels)
PS : Parkieten Societeit
NB : NBvV Nederlandse Bond van Vogelliefhebbers
AB : ANBvV Algemene Nederlandse Bond van Vogelhouders

PERU :
FOPE

POLANDIA :
P.F.O. : Polskiej Federacji Ornitologicznej

PORTUGAL :
FNP : Federacao Ornitologica Norte Portugal (FONP)
FPO : Federacao Portuguese Ornitologica (FPO)

SERBIA :
SRB : Savez organizacija za zastitu i odgoj ptica Srbija & Crna Gora

SLOVAKIA :
Slovensky Zväz Chovatelov Ustredny Vybor

SLOVÉNIA :
SLO : Z.D.V.V.P. Slovenije

SWISS :
CH

TCHÉQUIE ( Czechia ) :
ÈSCH : Èesky Svaz Chovatelu

TURKI :
The Canary & Cage Birds Federation

URUGUAI :
ACRU : Associacion Canaricultores Rolle

TAMBAHAN UMUM :
AAC : The Avicultural Advancement Council of Canada
AGY : Aviario Garcia Yonte
AKC : All Kyshu Canary Club  
ANB : Algemene Nederlandse Bond waterslager
ANS : AMERICAN NORWICH SOCIETY
AOB : Algemene Ornithologische Bond van Belgie
APA : Pan American Canary Culturists
ASC(AS) : American Singers Club
AWS : The American Waterslager Society
BB : mustache parrot
BFBS : The Budgerigar and Foreign Bird Society
BPC : Belgische Postuurkanarie Club
BS : red canary
CA : Central States Association
CAS : Cyprus Avicultural Society
CCA : Cyprus Canary Association
CCC : Columbia Canary Club
CCH : Chris Hardwick
CFA : International Columbus Fancy Society
CFS : Canary and Finch Society(Huston)
COM-USA : COM-USA Inc.
CS : Central States Roller Canary Association
CT : la royal canaria de tourises
DA : Dominion Roller canary Association
DAS : Durham Avicultural Society
EZ : CLUB MALINOIS VALENCIA
FBA : Florida Breeders Association
FCF : FLORIDA CANARY FANCIERS
FIS : Fife Fancy Improvement Society - Australia
FL : white/grey with yellow crest
GC : Greater Chicago Cage Bird Club
HC : Hokkaido Canary association
HCC : Hashimoto Shichoen
HCF : Honolulu Canary and Finch Club
ICA : INTERNATIONAL CANARY ASSOCIATION
IFC : International Fife Club
IGBA : International Gloster Breeders Association
ISM : Internationale Studieclub Mozaieken
JIR : Japan International Roller Canary Association
JRC : Japan Red Canary Association
KBF : Royal Belgian Federation of Canary Lovers
KCC : Kings County Canary Club
LSC : Lone Star Canary Club
MO : Blue Gold Macaw 


Sumber : http://gudangkenari.webs.com/ 

Selasa, 18 Februari 2014

Jenis lovebird


Jenis lovebird di Indonesia


Ada tidaknya kacamata pada lovebird akan berpengaruh terhadap harga dan minat para penggemar lovebird. secara garis besar Love Bird dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
  1. Lovebird klep/kacamata
  2. Lovebird Non-klep/Non-kacamata
Perbedaan antara lovebird kacamata dan Non-kacamata adalah sebagai berikut:
1.Dilihat dari Mata Love Bird itu sendiri
pinggiran mata kalau kacamata ada garis putih tebal melingkari mata lovebird,sedangkan kalu Non-kacamata garisnya Cuma tipis atau bahkan tidak kelihatan sama sekali.

2.Dilihat dari Postur tubuh
Inilah perbedaan kedua yang mendasari bedanya Lovebird Kacamata dan Non Kacamata. Love Bird kacamata, rata rata bodynya lebih kecil dan ramping. Dibandingkan dengan Non Kacamata yang rata rata-rata agak besar dan gemuk.

3. Dilihat dari Rata Rata Bertelur / Birahi
Untuk  Love Bird Kacamata biasanya rata-rata birahi dan bertelur pada usia 8bulan sampai dengan 1tahun, sedangkan Love Bird Non Kacamata biasanya birahi lebih cepat. Biasanya pada usia sekitar7 Bulan Love Bird sudah mulai kawin dan mempersiapkan untuk bertelur
4. Dilihat dari Suara Ocehan
ove Bird non kacamata bnyak disukai oleh peminat Love Bird karena suaranya yang rata-rata panjang dan gacor, ini berbeda dengan Love Bird kacamata yang hanya beberapa jenis warna saja yang memiliki ocehan panjang.

5. Dilihat dari Warna Bulu
Love Bird Kacamata memiliki warna bulu dari yang biasa saj sampai dengan warna yang sangat indah. Untuk lebih jelasnya macam macam warna Love Bird kacamata bisa dilihat di bawah ini.Sedangkan Love Bird Non Kacamata memiliki warna yang sangat beragam sehingga tidak dapat diberi nama satu per satu. Pemberian nama biasanya berdasarkan warna dominan dan muka saja. Seperti : Hijau muka merah, Biru Muka Putih, Hijau muka orange, dsb.

6.Harga dan Minat
Untuk harga dan permintaan pasar dari masing masing Love Bird mungkin saja berubah menurut perkembangan pasar. Ada yang mencari lovebird untuk di dengarkan ocehannya,maka lovebird non kacamata lah pilihannya,Sedangkan untuk sekarang ini Love Bird Kacamata lebih memiliki banyak peminat dan harga yang berbeda 2x lipat lebih mahal dari Love Bird non Kacamata,karena banyak peminat lovebird yang mencari keindahan warnanya.

Untuk cara perawatannya, makanan, dan sifatnya, relative tidak ada perbedaan antara Love Bird kacamata dan non kacamata. Untuk itu, carilah Love bird yang sesuai dengan keinginan dan keperluan anda sebelum membelinya.
 

Jenis-jenis Lovebird di Indonesia

Lutino Mata Merah
Lutino Mata Hitam


Hitam pala hitam
cobalt dan Violet

Pastel putih
Hitam pala putih
Pastel kuning
Olive
Anakan umur 10 hari


SELAIN ITU ADA JUGA SPESIES NYA YAKNI: 

JENIS-JENIS BURUNG LOVE BIRD MENURUT WARNANYA DAN KACAMATA
 
Inilah kumpulan Lovebird berdasarkan Warna,Kacamta dan Asalanya. mudah-mudahan bisa memberikan pengetahuan kepada pencinta burung Lovebird sehingga bisa tau jenis-jenisnya.
Bagi yang ingin menambahkan tentang jenis atau asalnya bisa di tambahkan di Postingan ini.


 


 
 
 







Senin, 10 Februari 2014

Kode Ring Untuk Kenari Yorkshire



Identitas penggunaan ring sangat dibutuhkan dalam suatu penangkaran terutama burung dari berbagai jenis seperti kenari dari jenis postur seperti Kenari Yorkshire, kenari yang menjual suara seperti Waterslager (WS) dan juga Kenari warna seperti Red Intensive. Penggunaan identitas ring begitu diminati para penangkar terutama untuk memperoleh nama dengan tujuan membuat suatu strain atau produksi penangkaran yang berkualitas handal. Khusus untuk kenari import maka ring yang terpasang dalam burungnya menggunakan istilah kode yang dimaksudkan untuk mengetahui negara asal kenari tersebut diternakan. Selanjutnya ring warna dimaksudkan untuk mengetahui tahun penetasan kenari tersebut. Semakin maju teknologi penangkaran penggunaan warna ring untuk mengetahui tahun penetasan pada  tiap negara sudah berbeda-beda. 

Di Indonesia sendiri penggunaan ring dimaksudkan sebagai tanda pengenal yang meliputi asal usul kenari tersebut, jadi bila terjadi kehilangan pemilik dapat mengklaim kepemilikannya. Membahas soal kenari lokal, umumnya ring yang dipakai hanya untuk mengidentitaskan Nama Penangkarnya saja, sedangkan untuk warna untuk strain tertentu semisal ring warna merah untuk jenis kenari F1 tergantung peternaknya. Sebagai referensi bagi anda penggemar kenari khususnya yorksire, berikut ini adalah kode ring dari beberapa negara yang sudah dikenal di dunia, yaitu :


JERMAN :

DKB : Deutscher Kanarie und Vogelzüuchter-Bund e.V.
AZ : Vereinigung für Artenschutz, Vogelhaltung und Vogelzucht e. V.
VZE : Vereinigung für Zucht und Erhaltung einheimischer und fremdländischer Vögel

AUSTRIA

OKB : Österreichischer Kanarienzüchter und Vogelliebhaberbund.
ROK : Rassezucht österreichischer Kleintierzüchter.

BELGIA

AOB : Koninklijke Algemene Ornithologische Bond van België
A.Vi.Bo : Algemene Vinkeniers Bond Aviornis International
B.G.C : Belgische Grasparkietenclub
B.P.C : Belgische Postuurkanarie Club Club Belge de Canaris de Posture
B.V.A : Belgische Vereniging Agapornieden
B.v.L.L : Belgische Vereniging van Lori’s en Loriculus
F.O.W : Fédération Ornithologique Wallonne
K.B.F.K : Koninklijke Belgische Federatie van Kanarieliefhebbers
K.B.O.F : Koninklijke Belgische Ornithologische Federatie
K.B.S : Koninklijke Belgische Samenwerking
F.R.B : Fédération Royale Belge de coopération
K.E.V : Kweekgroepen Europese Vogels
K.N.B.B : Koninklijke Nationale Bond van Belgie voor Waterslagers
P.F : Parkietenfederatie
So.Ge.Pin : Société Générale Pinsonnière
W.P.C : West-Vlaamse Parkietenclub

BOSNIA-HERCEGOVINA

BH : Savez Uzgajivaca Ptica Bosna i Hercegovina

BRASIL

FOB : Federaçao Ornitógica do Brasil

BULGARIA

BG : Association Bulgare d’Oiseaux Décoratifs

CANADA

A.E.O.M : Canada Association des Eleveurs d’Oiseaux de Montréal

CHILI

SOCH : Sociedad Ornitologica Chilena

CHYPRUS

Cyprus Canary Association

COLOMBIA

FOC : Federacion Ornitologica Colombiana
A.C.R.O.C : Asociacion de Canaricultores y Ornitofilos de Colombia

KROASIA

HR : Harvatski Ornitoloski Savez

CUBA

A.N.O.C. : Asociacion Nacional Ornitologica de Cuba

DENMARK

JFKK : Jydsk Fynsk Kanarieklub
DKX : Dansk Kanarieopdrætter Klub
DZK : Dansk Zebrafinke Klub

SPANYOL

E2 : Federación Ornitológica Cultural y Deportiva Española (F.O.C.D.E.)
E3 : Federación Ornitológica Española. (F.O.E.)
E4 : Federación Ornitológica Catalana Cultural Deportiva (F.O.C.C.D.).
E5 : Federación Balear de Ornitologia (F.B.O.)
E6 : Federación Ornitológica Regional Catalana (F.O.R.C.)
E7 : Federación Ornitológica Comunidad Valenciana (F.O.C.VA.)
E8 : Federación Ornitológica Andaluza (F.O.A.)
E9 : Federación Ornitológica Regional Gallega (F.O.R.G.).
E10 : Federación Ornitológica Comunidad de Madrid (F.O.CO.MA.)
E11 : Federación Ornitológica Comunidad Murciana (F.O.C.M.)
E12 : Federación Ornitológica Comunidad Castilla la Mancha (F.O.C.C.MA.)

PERANCIS

UOF : Union Ornithologique de France
FFO : Fedération Français Ornithologique
CDE : Club des Exotiques

INGGRIS / GREAT BRITTAIN

IOA : International Ornithological Association COM GB
BBC : British Bird Council
CCBA : Canary Colour Breeders Association
LCA : Lizard Canary Association of Great Britain
CCC : Crested Canary Club

WFS : Waxbill Finch Society

GRÈCE
EOO : Greek Ornithological Federation
FOP : Panellinia Omospondia Ornithologias

HONGARIA

MDOSZ : Magyar Díszmadártenyésztõk Országos Szövetsége:
Confédération Nationale des Eleveurs d’Oiseaux d’Agrément Hongrois

IRLANDIA

EAO : Eire Ornithological Association COM Ireland

ISRAEL

ILF : Israel Federation of Bird Breeders

ITALIA

FOI : Federazione Ornicoltori Italiani

LUXEMBOURG : Fédération Luxembourgeoise d’Ornithologie


MACEDONIA

OFM : Ornitoloska Federacija na Makedonija

ARGENTINA : FOA


MALTE ( Malta )

BBA : Birds Breeders Association
MLT : Malta Cage Birds Association

BELANDA

BEC : BEC (Belangenbehartiging Europese Cultuurvogels)
PS : Parkieten Societeit
NB : NBvV Nederlandse Bond van Vogelliefhebbers
AB : ANBvV Algemene Nederlandse Bond van Vogelhouders

PERU : FOPE


POLANDIA

P.F.O. : Polskiej Federacji Ornitologicznej

PORTUGAL

FNP : Federacao Ornitologica Norte Portugal (FONP)
FPO : Federacao Portuguese Ornitologica (FPO)

SERBIA

SRB : Savez organizacija za zastitu i odgoj ptica Srbija & Crna Gora

SLOVAKIA

Slovensky Zväz Chovatelov Ustredny Vybor

SLOVÉNIA

SLO : Z.D.V.V.P. Slovenije

SWISS : CH


TCHÉQUIE ( Czechia )

ÈSCH : Èesky Svaz Chovatelu

TURKI

The Canary & Cage Birds Federation

URUGUAI

ACRU : Associacion Canaricultores Rolle

TAMBAHAN UMUM :

AAC : The Avicultural Advancement Council of Canada
AGY : Aviario Garcia Yonte
AKC : All Kyshu Canary Club-
ANB : Algemene Nederlandse Bond waterslager
ANS : AMERICAN NORWICH SOCIETY
AOB : Algemene Ornithologische Bond van Belgie
APA : Pan American Canary Culturists
ASC(AS) : American Singers Club
AWS : The American Waterslager Society
BB : mustache parrot
BFBS : The Budgerigar and Foreign Bird Society
BPC : Belgische Postuurkanarie Club
BS : red canary
CA : Central States Association
CAS : Cyprus Avicultural Society
CCA : Cyprus Canary Association
CCC : Columbia Canary Club
CCH : Chris Hardwick
CFA : International Columbus Fancy Society
CFS : Canary and Finch Society(Huston)
COM-USA : COM-USA Inc.
CS : Central States Roller Canary Association
CT : la royal canaria de tourises
DA : Dominion Roller canary Association
DAS : Durham Avicultural Society
DKB : Deutschen Kanarienzuchter-Bunde.V
EZ : CLUB MALINOIS VALENCIA
FBA : Florida Breeders Association
FCF : FLORIDA CANARY FANCIERS
FIS : Fife Fancy Improvement Society – Australia
FL : white/grey with yellow crest
GC : Greater Chicago Cage Bird Club
HC : Hokkaido Canary association
HCC : Hashimoto Shichoen
HCF : Honolulu Canary and Finch Club
ICA : INTERNATIONAL CANARY ASSOCIATION
IFC : International Fife Club
IGBA : International Gloster Breeders Association
ISM : Internationale Studieclub Mozaieken
JIR : Japan International Roller Canary Association
JRC : Japan Red Canary Association
KBF : Royal Belgian Federation of Canary Lovers
KCC : Kings County Canary Club
LSC : Lone Star Canary Club
MO : Blue Gold Macaw

Kamis, 14 November 2013

Khasiat Manfaat daun sirih dalam peternakan ayam

clip_image001
Daun sirih untuk pakan pengobatan pestisida alami petunjuk cara memanfaatkan khasiat yang dikandungnya
Daun sirih
Nama Latin : Piper Betle L Nama Lokal : Sirih, Suroh (jawa)
Daun sirih ternyata memiliki manfaat untuk ternak ayamkampung dan memang sudah banyak peternak yang tahu tapi mungkin adajuga yang belum tahu. Seperti bahan herbal lain bahwasanya daun sirih merupakan tanaman obat yang mujarab bagi hewan. Tidak hanya untuk ayam kampung manusia saja menggunakan daun sirih sebagai pengobatan. Berikut penjelasan dan pengalaman penulis tetang daun sirih tersebut
Khasiat Manfaat daun sirih dalam peternakan ayam  :
1. Sebagai pestisida alami
Daun sirih dapat dijadikan pestisida atau obat semprot kandang yang bisa dicampur dengan obat lain. Biasanya dicampur untuk menyemprot tempat bertelur ayam agar bebas dari hama penghisap seperti nyamuk dll.
2. Mengobati Luka/pendarahan
Biasanya digunakan pada ayam yang terkena masalah akibat kanibalisme, bertarung, maupun akibat luka masalah perkandangan. Contoh setelah ayam dipatuk (cocok juga diberikan saat ayam setelah diadu biasanya mata ayam sedikit kering dan berdarah) Dengan memberikan air daun sirih ini mata ayam kembali cerah dan bening.
3. Penghilang bau kotoran ayam
Memang daun sirih tidak begitu ampuh untuk menghilangkan bau pada kotoran ayam namun dengan manfaat daun sirih yang mempunyai fungsi memperlancar pencernaan dan membunuh bakteri saya rasa cukup bermanfaat
4. Menghilangkan Ngorok pada ayam
Saya sudah mencoba memberikan air rebusan daun sirih pada ayam yang ngorok selama 1 bulan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Tentu dicampur dengan jeruk nipis dan air hangat.
5. Pakan Organik
Daun sirih aman dikonsumsi bagi manusia ataupun hewan khususnya ayam kampung. Jadi pemberian pakan untuk ayam bila menggunakan sistem organik dapat pula diberikan kepada ayam.
Pengobatan dan pemeliharaan ayam menggunakan daun sirih dapat dari dalam maupun dari luar tubuh. Jika sahabat menggunakan daun sirih untuk bagian tubuh luar bisa langsung ditumbuk dan dicampur dengan air. Namun jika diberikan pada pakan atau air minum disarankan untuk memasaknya terlebih dahulu. Atau paling tidak direbus Jika pemberian daun sirih untuk pakan tidak direbus maka ayam akan keracunan. Paling parah adalah ayam menjadi gila. Dosis adalah 1/2 daun sirih ukuran besar. Disarankan pemberian daun sirih dari dalam tubuh diberikan pada ayam dara atau ayam dewasa. 
Demikian Khasiat Manfaat daun sirih dalam peternakan ayam semoga bermanfaat

Khasiat dan Manfaat kunyit untuk ternak Ayam Bangkok / ayam aduan / Ayam Kampung


Khasiat kunyit untuk ternak ayam aduan








Kunyit, kunir atau koneng yang nama latinnya Curcuma longa / Curcuma domestica, memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan dan pengobatan ternak ayam

Manfaat Kunyit untuk ternak ayam aduan :
A. Obat Dalam
Umbi yang berumur lebih dari satu tahun dapat dipakai sebagai obat, umbi (rimpang) kunyit berkhasiat :
  • dapat mendinginkan badan ketika ayam terjangkit panas dalam atau saat kondisi panas
  • dapat membersihkan sisa kotoran pada saluran pencernaan sehingga zat  beracun tidak tersisa
  • membantu merangsang melepaskan kelebihan gas di usus
  • dapat menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah.
Caranya umbi di haluskan dan di berikan makan ke ayam (bisa juga air perasannya)

B. Obat Luar
  • Bisa digunakan untuk mengobati pembengkakan setelah bertanding dengan cara diberehkan pada luka.
  • Digunakan sebagai parem di campurkan dengan Gambir & kapur sirih, borehkan cairannya ke sekujur badan ayam aduan, & dapat mempertebal kulit sehingga tahan gigitan serangga
  • Mengobati mata bengkak dengan cara teteskan cairan kunyit pada mata
  • Mengobati hidung yang berair karena pilek, dengan cara bersihkan hidung ayam aduan dengan cairan kunyit yang di panaskan
  • Mengobati turun urat caranya kunyit & daun sereh direbus, cairannya digunakan untuk mengkompres kaki ayam

KANDUNGAN KIMIA :
  • Kurkumin, desmetoksikumin sebanyak 10%
  • bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5%
  • minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%,
  • Zingiberen, felandren , sabinen , borneol dan sineil. 2,5%
  • Lemak sebanyak 1 -3%,
  • Karbohidrat sebanyak 3%, 
  • Protein 3%
  • Pati 8%
  • Garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium hingga 100 %

Rabu, 13 November 2013

Macam-macam Penyakit dan Vaksin Ayam





Sejarah singkat vaksin

Pada akhir tahun 1970-an, bioteknologi mulai dikenal sebagai salah satu revolusi teknologi yang sangat menjanjikan di abad ke 20 ini. Pentingnya bioteknologi secara strategis dan potensinya untuk kontribusi dalam bidang pertanian, pangan, kesehatan, sumberdaya alam dan lingkungan mulai menjadi kenyataan yang semakin berkembang.
Saat ini walaupun masih dalam taraf pengembangan, industri bioteknologi mulai matang dan menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan. Dimana keberhasilan-keberhasilan komersial dan terobosan-terobosan teknologi yang dramatis telah dan sedang diraih.
Walaupun demikian, harapan-harapan mengenai penerapan bioteknologi pada 15-20 tahun yang lalu dapat dikatakan belum seluruhnya menjadi kenyataan. Dan bahkan hambatan-hambatan yang muncul kadangkala tidak diantisipasi sebelumnya.
Dalam GBHN 1993 khususnya sasaran Bidang Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Pelita VI, Bioteknologi juga dimasukkan dalam Kebijaksanaan Nasional sebagai suatu bidang Iptek yang perlu dikembangkan.
  • Pengobatan baru dan diperbaiki - untuk mengobati penyakit, 
  • Antibiotika - yang lebih baik dan lebih murah
  • Vaksin – penyakit viral
  • Tes cepat – membantu dokter hewan untuk diagnosa yang akurat untuk berbagai penyakit
  • Metoda yang diperbaiki – untuk kecocokan organ dalam transplantasi
  • Teknik-teknik – untuk mengoreksi dan mengobati penyakit
macam-macam vaksin
Vaksin AI : untuk mencegah wabah flu burung
Vaksin Coryza : untuk mencegah timbulnya wabah Snot atau Coryza (suntik)
Vaksin ND + IB : untuk mencegah penyakit Newcastle Disease dan Infectious Bronchitis ( tetes mata / suntik di dada tergantung umur ayam)
Vaksin ND : untuk mencegah penyakit Newcastle Disease pada unggas (tetes/suntik)
Vaksin Marek : untuk mencegah penyakit Marek dan diberikan secara saat kecil (DOC)
Vaksin IB : untuk membuat ayam tahan terhadap Infectious Bronchitis (dicampur air minum)
Vaksin Gumoro : mencegah sakit gumboro ( diberikan pada air minum.)
Vaksin Coryza : untuk mencegah timbulnya wabah Snot atau Coryza (suntik)
Vaksin Fowl Pox/Cacar : (suntik sayap)
Vaksin ILT : untuk kebal pd infeksi pada saluran laringotracheal (tetes mata, tetes hidung , dikasih diair minum)
Vaksin EDS : untuk mencegah terjadinya Egg Drop Syndrom pada ayam

 macam macam penyakit ayam dan cara pencegahannya
Ayam Turun Urat
Turun urat adalah salah satu penyakit pada ayam yang cukup mengganggu, khususnya di dalam pergerakan sehingga menyebabkan keterbatasan gerakan saat melakukan tarung. Dari beberapa pengalaman yang didapat oleh salah satu temen, dia punya beberapa pengalaman dalam melakukan perawatan ayam yg turun urat dan berhasil/sembuh. Berikut beberapa sharing dari bang Stenly. Penyebab terjadinya turun urat pada ayam dapat disebabkan beberapa hal yaitu: Ayam yg terlalu muda waktu di Gebrak atau ayam muda di gebrak lawan ayam tua, dimana ayam yang terlalu muda struktur tulang dan otot-otornya masih belum maksimal dan kuat. Pada kasus yg lain, ada juga ayam yg cukup umur tapi bisa turun urat karena benturan yg terlalu keras. Ciri-ciri ayam yang mengalami turun urat: Sesudah di Gebrak kaki ayam lebih panas dari biasanya ini bisa di ketahui dgn cara meraba. Ayam suka mengangkat kakinya dan saat berjalan terlihat pincang dan tidak mau bertumpu pada kaki yang mengalami turun urat. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan: Setiap hari (sesering mungkin) kaki ayam yang turun urat diperban/dibungkus dgn kain dgn menempelkan Daun SERE yg di tumbuk halus. Diusahakan agar kaki ayam bisa menginjak tanah (di bungkus seperti merawat orang patah tulang). Di saat akan mengganti DAUN Sere, sebaiknya kaki ayam di rendam dgn air dingin / air es beberapa menit, kemudian dibungkus lagi seperti semula. Ayam diberi minum obat Rheumatik atau sejenisnya. Mudah2an dengan melaksanakan terapi di atas, penyakit turun ayam akan dapat tersolusikan.


Penyakit Snot
Penyakit Snot atau coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot dapat menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam, biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Perubahan musim biasanya akan mempengaruhi kesehatan ayam. Angka morbiditas kawanan unggas bervariasi antara 1-30%. Mortalitas atau Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30%. Cara penularan Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan. Gejala klinis Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut - pengeluaran cairan air mata - ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung - keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas - Pembengkakan didaerah sinus infra orbital - terdapat kerak dihidung - napsu makan - ayam mengorok dan sukar bernapas - pertumbuhan menjadi lambat. Perubahan patologi Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata (periorbital fascia). Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa. Diagnosis Bakteri Haemophillus gallinarum dapat diisolasi dari swab sinus ayam yang menderita penyakit akut. Isolasi laboratorium dapat dilakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah digores staphylococcus sp dan diinkubasi dalam suasa anaerob. Diferential diagnosa Diagnnosa banding dari penyakit coryza adalah Mikoplasmosis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Infectious Laryngotracheitis (ILT) . Pengobatan Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular. Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur. Pengendalian Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini. Penyakit Ngorok atau Chronic Respiratory Disease (CRD) Penyakit Ngorok biasa juga disebut dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac. Penyakit Chronic Respiratory Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penularan terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi. Faktor predisposisi atau faktor pendukung - Kondisi kandang yang lembab - Kepadatan kandang yang terlalu tinggi - Litter yang kering - Kadar amonia yang tinggi. Cara penularan Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat. Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan, tempat pakan, hewan liar maupun petugas kandang. Gejala klinis Ngorok basah, adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya. Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan dan keluarnya cairan bernanah dari hidung. Pengobatan Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum. Pencegahan Membeli ayam baik indukan, pejantan, dan anakan yang benar-benar terbebas dari chronic respiratory disease (CRD). Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area ayam. Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT) Infectious Laryngotracheitis (ILT) merupakan penyakit kontagius pada saluran pernafasan yang dicirikan dengan kesulitan bernafas, menjulurkan leher karena kesulitan bernafas, konjungtivitis, adanya inflamasi yang mengelilingi membran mata. Penyakit ini disebabkan oleh Herpes virus, yang mampu hidup 8-10 hari pada leleran, lebih dari 70 hari didalam karkas, kemudian dapat hidup lebih dari 80 hari pada eksudat (trachea atau saluran pernafasan) dalam kondisi alami. Penyakit ini berlangsung selama 2-6 minggu dalam flok, dan lebih lama dibandingkan penyakit respirasi viral yang lainnya. Penyakit ini sangat berbahaya karena: Angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi p ada satu flok. Menyebabkan kerugian ekonomi. Tidak dapat diobati Penyakit ini dapat dicegah, tetrapi dapat menimbulkan ayam carier bagi yang sudah pernah terinfeksi. Penyakit ini tidak menular pada manusia dan kejadian paling sering terjadi pada ayam. namun dapat pula menginfeksi kalkun, burung unta dan unggas lainnya. Burung liar dapat berperan sebagai carier. Penularan Virus Infectious Laryngotracheitis (ILT) ditularkan melalui saluran pernafasan dan dapat menular melalui udara secara kontak langsung antar burung misalnya dalam satu kandang. Virus masuk dan menginfeksi burung melalui mata, hidung atau mulut. Mukus dan darah yang mengandung virus dapat keluar melalui batuk dan menyebarkan penyakit. Masa inkubasinya 6-12 hari. Kejadian outbreak dapat dikarenakan lalu lintas unggas, pekerja dan alat-alat kandang, dan kondisi lingkungan yang memungkinkan terjadinya penyebaran.

Dyspnoe rinitis
penurunan produksi telur dan daging kadang kadang mengalami pneumonia atau bronkhopneumonia mortalitas mencapai 50% Diagnosa Pada penyakit yang akut dicirikan dari gejala klinis dan penemuan darah, mukus, dan eksudat kaseosa pada trachea. Secara mikroskopik ditandai dengan desquamative dan nekrotic tracheitis. Diagnosa mungkin dapat diperkuat dengan ditemukannya inclusion body intramuclear pada epitel trachea, isolasi dan identifikasi virus secara spesifik dengan chicken embryo dan kultur jaringan atau dengan inokulasi pada sinus intraorbital untuk mengetahui imunitasnya. Spesimen dapat pula diinokulasi pada membran chorioallantois pada telur ayam berembrio Pemeriksaan mikroskopiknya pada lesi membran chorioallantois terdapat inclusion body intranuclear. Dapat dibedakan dengan Fowlpox pada lesi trachea dan inclusion bodynya berupa inclusion body intracytoplasmic. Diagnosa dapat pula dilakukan dengan PCR. Diferensial diagnosa Infectious Bronchitis Newcastle Disease Mycoplasmosis Avian coryza Pencegahan Meminimalisir kotoran dan debu. Penggunaan mild expectorants. Vaksinasi baik secara eye drop, spray maupun lewat air minum.

Penyakit Berak Kapur atau Pullorum
Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea= BWD). Penyakit ini menimbulkan mortalitas yang sangat tinggi pada anak ayam umur 1-10 hari. Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, beberapa burung liar. Pullorum atau Berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini mampu bertahan ditanah selama 1 tahun Di Indonesia penyakit pullorum merupakan penyakit menular yang sering ditemui. Meskipun segala umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi pada anak ayam yang baru menetas. Angka morbiditas pada anak ayam sering mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka kematian dapat mencapai 85%. Cara penularan Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu: - Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur. - Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi. Gejala klinis - napsu makan menurun - feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur - Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih - kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering - jengger berwarna keabuan - mata menutup dan nafsu makan turun - badan anak ayam menjadi lemas - sayap menggantung dan kusam - lumpuh karena artritis - suka bergerombol Perubahan patologi Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu. Diagnosis Isolasi dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test). Pengobatan Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis. Pencegahan Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan. Penyakit Gumoro (Infectious Bursal Disease) Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Kedua bagian ini merupakan pertahanan tubuh ayam. Pada kerusakan yang parah, antibody ayam tersebut tidak terbentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh, maka penyakit ini sering disebut sebagai AIDSnya ayam. Ayam yang terkena akan menampakan gejala seperti gangguan saraf, merejan, diare, tubuh gemetar, bulu di sekitar anus kotor dan lengket serta diakhiri dengan kematian ayam. Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus dari genus Avibirnavirus. Di dalam tubuh ayam, virus ini dapat hidup hingga lebih dari 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksius. Gumoro memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, tetapi infeski sekunder yang mengikutinya akan menyebabkan kematian dengan cepat karena kekebalan tubuhnya tidak bekerja.

 Penyakit Gumoro
yang menyerang anak ayam pada usia 2 – 14 minggu dapat diindikasikan dengan gejala awal sbb: Napsu makan berkurang. Ayam tampak lesu dan mengantuk. Bulu tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare berlendir yang mengotori bulu pantat. Peradangan di sekitar dubur dan kloaka.biasanya ayam akan mematoki duburnya sendiri. Jika tidur, paruhnya menempel di lantai dan keseimbangan tubuhnya terganggu. Kemudian ada pendapat yang berbeda yang menyebutkan gejala gumoro adalah sbb:

  Diare berlendir. Nafsu makan turun. Gemetar dan sukar berdiri. Bulu di sekitar anus kotor. Ayam suka mematuk di sekitar kloaka. Selain itu, beberapa pendapat pakar lainnya bahwa gumoro dapat dibagi 2 yaitu gumoro klinik dan sub klinik. Gumoro klinik menyerang anak ayam berumur 3-7 minggu. Pada fase ini serangan terhadap kekebalan tubuh ayam tersebut hanya bersifat sementara antara 2-3 minggu. Gumoro subklinik menyerang anak ayam berumur 0-3 minggu. Penyakit ini paling menakutkan karena kekebalan tubuh ayam dapat hilang secara permanen, sehingga ayam dengan mudah terserang infeksi sekunder. Gumoro menyebar melalui kontak langsung, air minum, pakan, alat-alat yang sudah tercemar virus dan udara. Yang sangat menarik adalah gumoro tidak menular dengan perantaraan telur dan ayam sudah sembuh tidak menjadi “carrier”. Upaya penanggulangan gumoro ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu vaksinasi, menjaga kebersihan lingkungan kandang

 Penyakit Tetelo Penyakit Telelo atau Newcastle Disease (ND) biasa juga disebut dengan istilah penyakit Samper Ayam ataupun Pes Cekak. Dimana penyakit ini merupakan suatu infeksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo dan biasanya dikualifikasikan menjadi: Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%. Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakangejala seperti gangguan pernapasan dan saraf. Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan. ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar. Pada tahap yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan.

Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:


Excessive mucous di trakea. Gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas. Ayam tampak lesu. Napsu makan menurun. Produksi telur menurun. Mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah. Jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir. Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: Ayam yang tertular harus dikarantina atau bila sudah pada stadium berbahaya maka harus dimusnahkan. Vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Vaksinasi pertama, dilakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2. Untuk berikutnya pemberian vaksin dilakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada. Untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang pakar menyarankan agar memberikan vaksin ini dilakukan dengan pola 444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Akan tetapi pola pemberian ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas terbaik dari hasilnya. Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut.

Memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik. Memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini. Memberikan ransum jamu yang baik, yang terbuat dari bahan-bahan tradisional yang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kekebalan tubuh ayam. Introduction Penyakit Ayam Dalam memelihara ayam bangkok maupun ayam lain pada umumnya, dapat terjadi banyak sekali variasi penyakit yang sudah sangat dipahami atau familiar bagi peternak, baik peternak ukuran kecil, menengah maupun skala besar. 


Berbicara keberhasilan mengenai peternakan (tanpa tergantung skala bisnisnya) oleh seorang peternak ditentukan dari pengetahuan dan pemahaman dengan pengenalan sumber hambatan dan ancaman dari penyakit yang mungkin dapat menjadikan ledakan penyakit menular dan berakibat sangat merugikan. Oleh sebab itu, pengamanan dan menjauhkan ternak ayam dari sumber wabah dan hambatan potensial tersebut menjadi prioritas dan perhatian khusus. Dimulai dengan pemilihan indukan yang unggul, pengelolaan yang baik, sanitasi, peningkatan daya tahan ayam dengan vaksinasi dan usaha menjauhkan ternak ayam dari sumber penyakit adalah kunci sukses dalam beternak ayam. Pada prinsipnya, penyakit ayam dapat disebabkan oleh 3 macam hal utama yaitu Penyakit yang menular dan disebabkan oleh bakteri, protozoa, virus, parasit dan jamur. Penyakit yang disebabkan oleh faktor atau sebab lainnya. Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan zat-zat makanan yang diperlukan dalam perkembangan dan ketahanan tubuh ayam yang lebih disebabkan karena ketergantungan ayam pada kualitas makanan yang diberikan oleh peternak

 
Copyright © 2014 Nernak Lele Powered By Blogger.