BREAKING NEWS

Jumat, 12 April 2013

Cara Memilih Ayam Aduan (Katuranggan)

Ciri-ciri ayam/katuranggan ayam yg baik bisa dilihat dari paruh berparit (DEKOK) dr lubang hidung ke muka, pangkal tebal, paruh atas dan bawah sama panjangnya. Mata masuk ke dalam, sipit, jernih dan kening menonjol, mata bersih. Jika mendapati pelupuk mata ada celaknya/warna hitam, pertanda mental kurang bagus.
Jengger tebal dan halus (LUMER), kepala bulat dan panjang (NJAMBE). Kulit muka tebal dan halus. Jgn pilih tebal dan kasar, sebab mental ayam demikian, masih kurang bagus dan tdk tahan pukul. Jilingnya pilih yg tebal dan lebar. Bila Jiling kecil, mk mudah patah dan leher tdk tahan pukulan keras. Sedang leher boleh pilih panjang atau pendek, sama saja. Kalau leher ayam saat tidur, diselonjorkan ke depan (SONGGO BUMI), biasanya
mentalnya bagus!



Image result for ayam bangkok yang baik


Bulu rawis leher panjang dan tebal (NGEROP). Perlu diperhatikan jika bulu leher pendek,warna hitam,dan bagian pangkal ada warna putih (SONGGO RIKMO),biasanya mental kurang bagus. Pangkal sayap tulangnya tebal dan kencang. Jika dilipat ke atas dan kebawah terasa kencang dan kaku. Sedangkan bulu sayap harus panjang,sedangkan ujungnya sampai ke ekor. Bagian sayap paling ujung, ada bulu sayap putih (GEGER KARANG), biasanya ayam alot dan ulet, gak mudah menyerah!

Dada bidang dan tegak. Ketika berdiri miring 60 derajat. Tubuh bagian dada lebih lebar daripada bagian belakang. Jika terjadi sebaliknya,ayam tsb pukulannya mencabar dan susah melancarkan pukulan telak, akurasi pukulan kurang baik. Pilihlah butuh yg ngontong. Jika dibagian dada tumbuh bulu2 lebar, maka disebut BIMA KURDA, wibawa bagus dan beryoni/menangan.


Paha pilihlah yg berbentuk tipis/gepeng, karena paha bulat tidak dapat menyabet dari samping, alias side kicknya tidak jalan. Kaki boleh bentuk bulat ataupun belimbing, tetapi harus kering. Sisik bagian muka biasanya terdiri dari dua jalu, kiri dan kanan. Kalau alurnya bagus dan rapi disebut PANCURAN EMAS, biasa ayam tsb jarang kesialan/jarang apes. Kalau menemukan sisik melik di tengahnya,sebaiknya jgn dipilih, karena kurang awas. Dan bilang sedang tarung, matanya bisa kejalu.Yg baik bila sisik kaki ada sisik melingkar/blebet, sebanyak 1-3 biji tepat di bawah taji, NAGA MANGSA, biasanya pukulnya sakit.
Jari kaki kecil panjang seperti duri bambu. Pilih sisi jarinya jika ada yg pecah bagian nomer 2 dari muka.Lebih baik lagi jika sisik jari belakang pecah semua, TANJUNG KARANG, pukulannya ngerusak. Sedang jalu posisinya boleh dekat jari belakang, boleh juga berjauhan. Karena banyak yg beranggapan, posis jalu dekat jari belakang, maka pukulannya pasti jalon. Namun jika diperhatikan, apakah ayam itu jalon atau tidak, akan ditentukan oleh ayam itu sendiri. Kenyataannya banyak ayam yg mempunyai pukulan jalon, meskipun jarak jalu dan jari belakang berjauhan. Jadi soal ini memang sangat tergantung dgn kepandaian ayam utk menggunakan senjatanya dlm mengalahkan lawannya. (Dari berbagai sumber)

Catatan: Bagi Anda yang suka Kitab Primbon Katuranggan (pakai mantra/gaib) boleh pakai cara ini. Tapi jika Anda tidak percaya kitab primbon katuranggan, hal ini tidak berlaku (kerja ayam > katuranggan). Bagi kami ciri standart ayam yang bagus telah kami ulas di sini. Kami tidak berpatokan pada kitab primbon katuranggan gaib/bermantra apapun dalam ternak kami (hanya melihat katuranggan non-gaib, rasional). Ini ditulis hanya sebatas pengetahuan saja bagi para pembaca. Selanjutnya terserah Anda!! :D

Kriteria Ayam Aduan Ideal

Sebagian orang beranggapan, bahwa ayam yg punya teknik bagus, nge-’lock’ kiri kanan, dianggap ayam bagus. Disisi lain, ayam dgn teknik sederhana dianggap kurang ‘mewah’.
Banyak juga ayam yg dianggap jelek (ngoyor) ternyata mampu mengalahkan ayam yg dianggap bagus (lock kiri-kanan).
Hal ini membingungkan. Ayam bagus koq kalah..?
Mungkin ini karena salah persepsi, bahwa pandangan hobiis ayam laga saat ini pada umumnya masih ‘terpesona’ dgn teknik main yg indah, mampu bongkar pasang dan ngelock kiri kanan.
Padahal, teknik tarung hanyalah sebagian kecil dari syarat seekor ayam yg bagus. Maka tdk heran bila teknik bagus saja belum bisa menjamin keunggulan ayam di kalangan.
Kriteria ayam aduan yg bagus menurut saya adalah harus memenuhi unsur2 berikut :

1. Teknik tarung
2. Teknik pukulan
3. Konstruksi tulangan
4. Darah keturunan
5. Ciri fisik/Katuranggan.

1. Teknik tarung.
Seperti apa teknik tarung yg bagus? Apakah yg bisa ngalung kiri kanan? Yang bisa bongkar keluar masuk sayap? Kontrol yg bagus? Ataukah memiliki ciri unik seperti lari atau ngendul?
Semua benar… Namun dari hal2 yg dianggap bagus ini, ada 1 kesamaan dari kesemuanya. Yaitu, teknik tarung yg dianggap bagus adalah yg sulit dipukul lawan. Apapun gaya tekniknya, Kontrol, bongkar, lari, dorong, ngendul, ngumpet, dll, sekali lagi yg terpenting dan harus kita perhatikan adalah : sulit dipukul.

2. Teknik pukulan.
Banyak type pukulan yg dianggap baik. Mulai dari pukul gledek, pukul jalu, pukul badan, pukul antik, dll, kesemuanya bermuara pada satu kesimpulan bahwa pukulan yg bagus adalah ygmampu membuat efek negatif pada musuh yg terkena pukulan. Biasanya, pukulan yg membuat efek negative ini adalah pukulan yg bersih, tepat mengena pada sasarannya.

3. Konstruksi tulangan.
Tulangan yg baik harus tebal, kekar dan padat. Otot2 dan daging lembut namun tetap padat berisi dan enak/pas dipegang. Hal ini berguna sebagai penunjang daya tahan tubuh ketika menerima pukulan dari musuh. Selain itu, konstruksi tulangan yg bagus mampu menyimpan tenaga dan stamina yg bagus pula.

4. Darah keturunan.
Ayam aduan yg bagus harus jelas asal usulnya. Tidak boleh dari keturunan mental yg ‘cengeng’ dan mudah menyerah. Ayam yg bermental baja lebih baik mati dalam pertempuran atau menghindar dari musuh apabila tidak sanggup lagi melawan. Pantang baginya mengeluarkan bunyi ‘keok’ tanda menyerah.

5. Ciri fisik/katuranggan.
Banyak orang percaya bahwa katuranggan/ciri fisik yg bagus mampu membawa berkah bagi pemiliknya. Selain itu, katuranggan yg baik dipercaya memberi wibawa pada ayam sehingga musuh menjadi takut bahkan bila hanya mendengar kokoknya saja.

(Sumber: http://bkmojokerto.blogspot.com)

Selasa, 02 April 2013

Ini Dia Merpati Pedaging Kelas Resto

Image result for merpati homer king
Merpati Homer King
Peternak merpati pedaging kini boleh berbangga karena kini menu merpati sudah sukses memasuki restoran-restoran besar, termasuk restoran Chinese Food. Tapi merpati apa dulu?
Memang bukan sembarang merpati karena burung dara goreng yang disajikan di restoran Chinese Food papan atas ini adalah anak Homer King Pigeon, merpati potong yang khusus dipelihara untuk memproduksi daging.

Anak merpati yang disajikan sebagai "burung dara goreng" rata-rata hanya sekitar 0,25 kg per ekor. Sementara Homer King Pigeon rata-rata 0,5 kg. per ekor. Daging Homer King juga lebih tebal dan lebih lunak. Daging merpati balap kadang kala agak alot dan tipis. Namun karena pasokan Homer King sangat terbatas, maka merpati balap tetap mendapatkan tempat sebagai burung dara goreng di warung lesehan dan Chinese Food papan bawah. Faktor strata kemampuan ekonomi ini pulalah yang menjadi penyebab terciptanya strata menu burung dara goreng. Sebab harga anak merpati balap, paling tinggi hanya Rp 5.000,- per ekor hidup. Sementara anak Homer King bisa dihargai Rp 17.500,- per ekor. Tingginya harga merpati potong Homer King, disebabkan oleh masih sedikitnya peternak yang mengetahui celah bisnis ini.

Beda dengan anak merpati balap yang bisnisnya hanya merupakan "sambilan" dari hobi memelihara merpati, maka berternak Homer King harus diurus dengan serius. Kalau merpati balap boleh bebas beterbangan, Homer King harus tetap berada dalam kandang, makan, tidur, kawin, bertelur dan mengerami telur sampai menetas. Anak merpati itu harus disuapi sampai umur 10 sd. 14 hari dan siap diambil untuk dikirim ke Chinese Food Restaurant sebagai bahan menu "burung dara goreng". Pada umur itulah, bobot anak homer king rata-rata 0,5 kg. hidup.

Sebenarnya "teknologi" budidaya Homer King sudah benar-benar final dengan rumus yang sangat baku. Namun usaha ini sangat padat modal dan bukannya padat karya. Pasar hotel bintang dan Chinese Food di DKI Jakarta, pasti masih ringan kalau hanya menyerap 100 ekor anak Homer King per hari. Tetapi untuk bisa memasok 100 ekor anak burung dara per hari, diperlukan modal investasi Rp 600.000.000,- dan modal kerja Rp 300.000,- per hari. Investasi Rp 600.000.000,- itu, yang Rp 250.000.000,- untuk 1000 ekor pasang induk @ Rp 250.000,- kandang Rp 300.000.000,- dan pakan, obat-obatan serta tenaga kerja (sampai dengan menghasilkan) Rp 50.000.000,-

Modal investasi itu bisa disusutkan selama 5 tahun atau @ hari Rp 330.000,-   Biaya pakan, obat-obatan dan tenaga kerja sebagai modal kerja, menjapai Rp 320.000,- per hari. Hingga harga pokok 100 ekor anak Homer King adalah Rp 650.000,- : 100 = Rp 6.500,- per ekor. Kalau di tingkat hotel dan restoran harga anak merpati Rp 17.500,- per ekor, maka di tingkat peternak Rp 15.000,- per ekor. Dengan harga pokok Rp 6.500,- per ekor, maka marjin kotor usaha agroindustri daging Homer King Pigeon adalah Rp 8.500,- per ekor. Dengan hasil 100 ekor per hari, maka total marjin kotor yang didapat menjadi Rp 850.000,- per hari.

Dibanding dengan ayam pedaging, sebenarnya budidaya merpati Homer King lebih menguntungkan. Karena dari 0,8 kg. pakan yang masuk ke kandang tiap hari, dapat dihasilkan 0,5 kg anak merpati, apabila produksi sudah optimum. Namun untuk memperoleh 1000 pasang bibit Homer King sekaligus, sekarang ini tidak mudah. Hingga alternatifnya adalah dengan pemeliharaan secara bertahap. Mula-mula hanya dibeli 50 pasang induk dengan investasi Rp 12.500.000,- kandang Rp 15.000.000,- pakan, obat-obatan dan tenaga kerja Rp 2.500.000,- (sampai menghasilkan) atau total Rp 20.000.000,- Dari modal tersebut, akan dapat dihasilkan anak burung 40 ekor (20 pasang) per hari.

Untuk menjadi calon induk, anak merpati itu harus dibesarkan sampai umur 4 bulan, dengan biaya pembesaran Rp 50.000,- per ekor. Hingga harga pokok bibit merpati "hasil produksi sendiri" hanya Rp 100.000,- per pasang. Berarti ada penghematan biaya bibit Rp 150.000,- per pasang atau untuk 1000 ekor bibit, penghematannya Rp 150.000.000,- Namun untuk bisa memperoleh 1000 pasang bibit calon induk, diperlukan jangka waktu 50 hari. ditambah 4 bulan atau 5 bulan 20 hari atau 0,5 tahun. Untukbisa berproduksi optimal, masih diperlukan jangka waktu sekitar 5 bulan lagi. Namun dari penghematan biayainvestasi bibit tersebut, benab penyusutan per hari akan menurun, hingga marjin kotor yang diperoleh bukan hanya Rp 850.000,- per hari, melainkan naik menjadi Rp 920.000,- Agar kontinuitas produksi tidak terhambat, maka pada akhir tahun IV, kita sudah harus investasi induk baru. Hingga ketika akhir tahun V induk lama diafkir, maka induk baru sudah mulai berproduksi optimal.

Lokasi peternakan merpati potong, idealnya berketinggian minimal 700 m. dpl. Misalnya kawasan Cisarua di Kab, Bogor. Sebab sama halnya dengan ayam broiller, merpati potong berasal dari negeri sub tropis, yang rentan terhadap udara panas. Saat ini, peternakan Homer King yang berkembang hanyalah di Kab Bandung, setelah sebelumnya berkembang di Kab. Sukabumi. Tersendatnya pengembangan budidaya merpati potong, sebenarnya bukan karena faktor pasar, melainkan modal. Sebab, meskipun pasar merpati potong bersifat tertutup (khusus), namun peluangnya masih cukup longgar. Hingga permintaan dari Singapura dan Hongkong pun, sampai saat ini tidak pernah bisa kita penuhi. Sebab pasar DKI dan kota-kota besar lain di Indonesia pun, saat ini juga masih mengandalkan anak merpati balap sebagai menu burung dara goreng mereka, karena pasokan Homer King yang tak kunjung datang.

Kendala yang juga akan dihadapi oleh para calon investor budidaya Homer King adalah, sedikitnya tenaga terampil pengelola peternakan. Selama 30 tahun terakhir ini, perkembangan budidaya merpati potong hanyalah berupa estafet investor. Investornya ganti-ganti terus, sementara tenaga terampilnya hanya itu-itu saja. Sebab para peternak yang sudah sukses, rata-rata bersikap tertutup soal teknis budidaya. Padahal sebenarnya secara teknis, budidayamerpati potong tidak ada yang perlu dirahasiakan. Akibatnya, calon investor tidak mungkin "memagangkan" tenaga mereka untuk belajar pada peternak yang telah sukses. Karena tertutuk peluang untuk memagangkan tenaganya, maka investor baru itu memberi  "iming-iming" gaji dan fasilitas lebih tinggi pada tenaga terampil di peternakan lama tersebut.

Kalau upaya itu berhasil, maka akan pindahlah tenaga terempil tersebut ke peternak baru. Begitu ditinggal oleh tenaga yang diandalkan, peternak lama tersebut pelan-pelan surut hingga akhirnya tutup. Demikian seterusnya, hingga secara nasional, agroindustri merpati potong di Indonesia hanya berjalan di tempat. Sementara peluang pasar terus berkembang, sejalan dengan meningkatnya populasi masyarakat kelas menengah dan atas di Indonesia. Komoditas merpati potong memang "terlewatkan" dari perhatian pemerintah. Beda dengan ternak itik, ayam pedaging, sapi perah dan sapi pedaging. Peternakan lebah madu, masih bernasib lebih baik karena diurus oleh Pusat Apiari Pramuka dan Perum Perhutani.

Teknologi perkandangan dengan sistem baterai, ketersediaan pakan bernutrisi tinggi, sebenarnya merupakan kemudahan yang akan memberikan jamminan hasil budidaya secara optimal. Tingkat keuntungan yang relatif tinggi dalam jangka pendek dengan resiko kecil, sebenarnya cukup menantang untuk melakukan investasi merpati potong. Sementara lahan yang diperlukan juga tidak terlalu luas untuk ukuran investasi dengan nilai sampai ratusan juta rupiah. Sifat pasar yang tertutup sebenarnya justru lebih memudahkan penggarapan jika dibanding dengan pasar terbuka. Sifatpasar demikian juga akan memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan tidak akan dicuri atau dijarah. Sebab mamasarkan merpatipotong tentu tidak semudah menjual ayam kampung maupun broiller.

Kalau warung-warung lesehan di Malioboro menyajikan burung dara goreng yangberasal dari merpati balap, konsumen masih sangat memakluminya. Namun kalau restoran Chinese Food juga "terpaksa" ikut menyajikan merpati kampung, maka sebenarnya kita telah menyia-nyiakan peluang investasi yang cukup menarik. Lebih-lebih kalau kita juga berhasrat untuk membidik pasar ekspor. Dengan harga FOB dan melepas barang di Bandara, sebenarnyapara peternak Homer King tidakperlu terlalu mencemaskan segala kerepotan prosedur ekspor. Sebab para pembeli luar negeri itulah yang akan mengurus karantina dan lain-lain. Sementara peternak cukup membawa barangnya ke bandara dan menerima uang cash. (agrosentris/berbagai sumber)

Sekilas mengenai Ayam Arab serta keunggulan dan kelebihannya


Sekilas mengenai Ayam Arab dan keunggulan dan kelemahannya

Ayam arab merupakan ayam tipe petelur unggul karena kemampuannya bertelur yang cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur rata-rata 40 gram. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat sehingga kadang banyak orang yang tidak bisa membedakan mana telur ayam arab dan mana telur ayam kampung.

Ayam arab sebagai penghasil daging juga cukup baik, doc jantan yang dipelihara sekitar 2-3 bulan dengan sentuhan pakan yang baik sudah mampu mencapai bobot badan antara 4-5 ons. Warna kulit yang agak kehitaman, dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung membuat daging ayam ini kurang disukai oleh konsumen. Akan tetapi bagi sebagian peternak yang kreatif, ayam arab ini dikawin silang dengan ayam kampung. Dan apa hasilnya? Ya, ayam dengan postur kampung, kerabang telur sudah tidak putih lagi dan daging yang sedikit lebih terang daripada ayam arab asli.

Ayam arab mudah dikenali dari warna bulunya. Ayam arab dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan jenis bulunya yaitu jenis silver (berwarna putih mengkilap atau orang menyebutnya perak) dan jenis gold (merah). Untuk jenis silver, bulu sepanjang leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekor dominan hitam bercampur putih. Sedang jenggernya kecil dengan warna merah menyala dan mata hitam dengan dilingkari warna kuning.

Ciri lain ayam arab adalah pada saat umur satu minggu pejantan sudah tumbuh jengger. Induk betina tidak mempunyai sifat mengeram dengan usia produktif sampai umur 1,5 tahun. Dengan pengelolaan yang baik, ayam ini bisa dipupuk sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan.

Keunggulan dan kelebihan ayam arab antara lain:
  • Harga DOC yang berfluktuasi, kadang lebih tinggi/rendah dibandingkan ayam kampung biasa. Per Agustus 2008 harga doc 3.500/ekor sudah divaksin mareks.
  • Berat telur berkisar antara 35-42,5 gram
  • Warna kerabang telur bervariasi yaitu putih, kekuningan dan putih kecoklatan
  • Harga induk tergolong tinggi (pullet mencapai harga Rp 40.000/ekor)
  • Konsumsi pakan (FCR) relatif kecil karena termasuk tipe kecil
  • Daya seksualitas pejantan tinggi
  • Ayam betina tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga masa bertelurnya panjang
  • Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras

Adapun sisi kelemahan ayam arab antara lain:
  • Wama kulit dan daging agak kehitaman sehingga harga jual masa remaja dan afkirnya relatif rendah
  • Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga butuh mesin tetas untuk menetaskan telurnya atau menggunakan jasa ayam induk ayam kampung, enthok atau yang lainnya.
  • Bobot badan afkir rendah yaitu sekitar 1 - 1,2 kg

Akan tetapi jika dilihat dari sisi keunggulannya maka sisi kelemahan akan tidak ada artinya. Semoga dengan artikel ini dapat membantu bagi calon peternak, calon investor, dan yang sudah memiliki peternakan ayam arab untuk lebih mengetahui ayam yang akan dan yang sudah dipelihara.
(sumber: sentralternak.com)

Tentang ayam arab




 Ayam arab merupakan ayam tipe petelur unggul karena kemampuannya bertelur yang cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur rata-rata 40 gram. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat sehingga kadang banyak orang yang tidak bisa membedakan mana telur ayam arab dan mana telur ayam kampung.

Ayam arab sebagai penghasil daging juga cukup baik, doc jantan yang dipelihara sekitar 2-3 bulan dengan sentuhan pakan yang baik sudah mampu mencapai bobot badan antara 4-5 ons. Warna kulit yang agak kehitaman, dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung membuat daging ayam ini kurang disukai oleh konsumen. Akan tetapi bagi sebagian peternak yang kreatif, ayam arab ini dikawin silang dengan ayam kampung. Dan apa hasilnya? Ya, ayam dengan postur kampung, kerabang telur sudah tidak putih lagi dan daging yang sedikit lebih terang daripada ayam arab asli.

Ayam arab mudah dikenali dari warna bulunya. Ayam arab dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan jenis bulunya yaitu jenis silver (berwarna putih mengkilap atau orang menyebutnya perak) dan jenis gold (merah). Untuk jenis silver, bulu sepanjang leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekor dominan hitam bercampur putih. Sedang jenggernya kecil dengan warna merah menyala dan mata hitam dengan dilingkari warna kuning.

Ciri lain ayam arab adalah pada saat umur satu minggu pejantan sudah tumbuh jengger. Induk betina tidak mempunyai sifat mengeram dengan usia produktif sampai umur 1,5 tahun. Dengan pengelolaan yang baik, ayam ini bisa dipupuk sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan.

Sisi keunggulan ayam arab antara lain: 
- Harga DOC yang berfluktuasi, kadang lebih tinggi/rendah dibandingkan ayam kampung biasa. Per Agustus 2008 harga doc 3.500/ekor sudah divaksin mareks.
- Berat telur berkisar antara 35-42,5 gram
- Warna kerabang telur bervariasi yaitu putih, kekuningan dan putih kecoklatan
- Harga induk tergolong tinggi (pullet mencapai harga Rp 40.000/ekor)
- Konsumsi pakan (FCR) relatif kecil karena termasuk tipe kecil
- Daya seksualitas pejantan tinggi
- Ayam betina tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga masa bertelurnya panjang
- Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras

Adapun sisi kelemahan ayam arab antara lain: 
- Wama kulit dan daging agak kehitaman sehingga harga jual masa remaja dan afkirnya relatif rendah
- Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga butuh mesin tetas untuk menetaskan telurnya atau menggunakan jasa ayam induk ayam kampung, enthok atau yang lainnya.
- Bobot badan afkir rendah yaitu sekitar 1 - 1,2 kg

Akan tetapi jika dilihat dari sisi keunggulannya maka sisi kelemahan akan tidak ada artinya. Semoga dengan artikel ini dapat membantu bagi calon peternak, calon investor, dan yang sudah memiliki peternakan ayam arab untuk lebih mengetahui ayam yang akan dan yang sudah dipelihara.*(SPt)

dikutip dari www.sentralternak.com.

Sejarah Ayam Arab




Ayam ini merupakan keturunan dari Ayam Brakel Kriel-Silver dari Belgia. Disebut Ayam Arab karena dua hal: pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah. ( sama kayak cerek warna kuning yg dibawa jemaah haji dari arab, disebut cerek arab padahal made in china)

Kebanyakan masyarakat memanfaatkan Ayam Arab karena produksi telurnya tinggi, mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur 42,3 gram. Kuning telur lebih besar volumenya, mencapai 53,2% dari total berat telur. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat. Warna kulit yang kehitaman dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung menjadikannya jarang dimanfaatkan sebagai pedaging.

Ayam Arab mudah dikenali dari bulunya. Pada sepanjang leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekor dominan hitam bercampur putih. Sedang jenggernya berbentuk kecil berwarna merah muda dan mata hitam dengan dilingkari warna kuning. Ciri lain Ayam Arab adalah pejantannya pada umur 1 minggu sudah tumbuh jengger, dan betina induk tidak memiliki sifat mengeram. Dari penampilan tubuhnya, tinggi Ayam Arab dewasa mencapai 35 cm dengan bobot 1,5-2 kg. Kepalanya mempunyai jengger berbentuk tunggal dan bergerigi. Ayam ini berbulu tebal. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitaman. Warna bulu badannya putih bertotol-totol hitam. Kokok suara jantan nyaring. Ayam Arab betina dewasa tingginya mencapai 25 cm dengan bobot 1,0-1,5 kg. Kepalanya berjengger tipis, bergerigi. Badannya berbulu tebal. Selama usia produktif antara 0,8 1,5 tahun, betina arab terus-menerus bertelur, sehingga hampir setiap hari menghasilkan telur.

Budidaya Ayam Kalkun



Image result for ayam kalkun

Pemilihan bibit unggul ayam kalkun mutlak dilakukan untuk memperoleh jenis ayam kalkun yang sehat dan bermutu agar mengasilkan bibit-bibit ayam kalkun yang baik jika Anda ingin menangkarkan ayam kalkun sebagai bisnis pembibitan, demikian juga jika bibit ayam kalkun ini anda jadikan sebagai ayam potong. Ketika membeli teliti dahulu dengan seksama kondisi kesehatan ayam kalkun, tanyakan kepada penjual tentang segala hal sebelum ayam ini dijual karena mungkin ada beberapa alasan kenapa ayam ini dijual, karena sakit atau memang dia menyediakan bibit yang dikhususkan untuk dijual, termasuk juga jenis makanan yang biasa diberikan berikut pola makan dan beberapa suplemen yang diberikan, tanyakan juga umur ayam ini karena bisa jadi Anda membeli jenis ayam yang memiliki pertumbuhan lambat karena bagi mereka yang belum terbiasa akan kesulitan membedakan ayam yang sehat dengan pertumbuhan normal atau dipacu dengan suplement pemicu pertumbuhan, jangan Anda tertipu dengan harga murah dengan kualitas barang murahan.
Untuk menjamin bibit ayam tersebut memang bibit yang baik mutunya disarankan Anda membeli kepada peternak yang memang sudah berpengalaman dalam budidaya ayam kalkun ini, untuk itu carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum Anda memutuskan untuk membeli bibit ayam kalkun yang Anda inginkan.

Pemilihan Lokasi.
Lokasi yang baik akan menjamin pertumbuhan dan kelangsungan bisnis peternakan ayam kalkunAnda, sebelum Anda menentukan lokasi peternakan yang ideal sebaiknya Anda melakukan survei terlebih dahulu tentang keamanan, kenyamanan dan distribusi.
Pastikan peternakan Anda aman dari gangguan manusia, binatang, maupun kemungkinan ancaman bencana alam akibat tanah longsor, banjir, angin, dan berbagai ancaman yang akan menghancurkan bisnis peternakan ayam kalkun milik Anda.
Ada baiknya Anda memilih tempat yang mudah untuk mendapatkan makanan tambahan misalnya disekitar pantai, danau, sungai dan pesawahan.

Jika memungkinkan Anda bisa bekerjasama dengan pemilik perusahaan catering atau rumah makan caranya, Anda tiap hari harus mengambil sisa makanan yang biasanya menjadi sampah untuk Anda olah menjadi pakan ayam kalkun dan bila memungkinkan pemilik rumah makan atau catering anda tawarkan untuk menyediakan menu daging ayam kalkun dari peternakan Anda, dengan cara ini Anda tidak kesulitan untuk mendapatkan pakan tambahan dan hasil panen sudah ada yang bakal menampung tanpa harus susah-susah mencari pembeli. Mudah kan? Makanya sering cari info disini biar gak ketinggalan.
System Perkandangan.
Kandang merupakan rumah tempat untuk tinggal dan tempat untuk melindungi diri dari berbagai gangguan dari luar, jika Anda memiliki prinsip ‘rumahku adalah surgaku’ berikan prinsip ini kepada binatang kesayangan Anda ini. buatkan mereka rumah yang ideal untuk kelangsungan hidup mereka walaupun pada akhirnya salah satu dari mereka akan Anda potong kemudian dimakan atau dijual, tapi selama sidia masih bersama Anda berikan yang terbaik untuknya.
Ukuran kandang harus sesuai dengan kondisi dan pola hidup mereka, jika memungkinkan buatkan kandang yang sesuai dengan latar belakang hidup mereka agar populasi tumbuh dengan sempurna yang nantikan akan menguntungkan Anda, system perkandangan yang baik adalah harus memiliki ruang-ruang untuk aktifitas mereka seperti istirahat, bermain-main, dan aktifitas lainnya seperti tempat makan khusus yang selalu terjaga kebersihannya.
Jika memang memungkinkan arahkan posisi kandang kearah timur agar sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang.
Agar kandang selalu kering Anda bisa menggunakan kulit padi sebagai alas lantai dan bersihkan sesuai kebutuhan.
Kandang harus mudah dibersihkan dari kotoran yang akan mendatangkan penyakit, jika Anda orang kaya sebaiknya anggarkan biaya pembuatan lantai kandang menggunakan lantai plester/semen.
Layout system perkandangan Anda agar nyaman bagi penghuni dan orang yang merawat ternak mulai dari pintu-pintu, ventilasi, dan jalan-jalan antara satu kandang dengan kandang yang lain.
Pisahkan kalkun sesuai umur agar tidak diterjadi tindak kriminalitas dikalangan mereka, jika memang ada jenis ayam-ayam yang nakal sebaiknya pisahkan dari yang lain.
Pastikan tempat bertelur dan mengeram aman dari gangguan ayam yang lain dan atur posisi tempat bertelur untuk memudahkan Anda memeriksa perkembangan telur tanpa mengganggu ayam yang sedang mengeram.


Image result for ayam kalkun mengeram


Pemberian Makan.
Berikan makan sesuai kondisi dan umur ayam kalkun karena untuk jenis ayam kalkun anakan dan kalkun dewasa memiliki porsi dan menu berbeda karena kemampuan lambung untuk menampung makanan dan kemampuan untuk mencerna makan berbeda. Dimasa pertumbuhan biasanya makhluk hidup membutuhkan gizi dan nutrisi yang lebih tinggi biasanya di toko-toko perternakan telah disediakan jenis-jenis pakan ayam sesuai umur dengan kode BR1, BR2, dan lain-lain yang dalam komposisi pembuatan pakan ini memiliki komposisi bahan yang berbeda-beda.
Atur jadwal makan dan sediakan pakan sesuai kebutuhan jangan sampai ada sisa makanan yang nantinya akan menimbulkan penyakit jika malas membersihkan, sebaiknya atur posisi makan mereka agar tidak berebutan dan jaga agar makanan tidak banyak tercecer.
Atur tempat minum agak jauh dari tempat makan agar selalu bersih dari kemungkinan tercampur makanan.

Perawatan Kesehatan.
Kesehatan adalah satu hal yang mahal harganya, bilamana ternak Anda sakit kemudian dijual berapa harga yang akan Anda dapatkan dibanding ternak yang sehat? Ternak yang sehat akan menghasilkan hasil produksi yang baik, bibit yang sehat, dan dompet Anda juga sehat dengan penghasilan yang melimpah dari kesehatan ternak Anda, untuk itu jangan Anda pelit untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi mereka.
Semenjak kecil hingga dewasa selalu pantau perkembangan kesehatan mereka, berikan vaksinasi bila perlu, berikan suplement agar terhindari dari gangguan penyakit, natural suplement adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mereka selain resep ini mudah didapatkan ternak Anda akan selalu sehat alami dan bebas kimia.
 
Copyright © 2014 Nernak Lele Powered By Blogger.