BREAKING NEWS

Selasa, 02 April 2013

Budidaya Ayam Kalkun



Image result for ayam kalkun

Pemilihan bibit unggul ayam kalkun mutlak dilakukan untuk memperoleh jenis ayam kalkun yang sehat dan bermutu agar mengasilkan bibit-bibit ayam kalkun yang baik jika Anda ingin menangkarkan ayam kalkun sebagai bisnis pembibitan, demikian juga jika bibit ayam kalkun ini anda jadikan sebagai ayam potong. Ketika membeli teliti dahulu dengan seksama kondisi kesehatan ayam kalkun, tanyakan kepada penjual tentang segala hal sebelum ayam ini dijual karena mungkin ada beberapa alasan kenapa ayam ini dijual, karena sakit atau memang dia menyediakan bibit yang dikhususkan untuk dijual, termasuk juga jenis makanan yang biasa diberikan berikut pola makan dan beberapa suplemen yang diberikan, tanyakan juga umur ayam ini karena bisa jadi Anda membeli jenis ayam yang memiliki pertumbuhan lambat karena bagi mereka yang belum terbiasa akan kesulitan membedakan ayam yang sehat dengan pertumbuhan normal atau dipacu dengan suplement pemicu pertumbuhan, jangan Anda tertipu dengan harga murah dengan kualitas barang murahan.
Untuk menjamin bibit ayam tersebut memang bibit yang baik mutunya disarankan Anda membeli kepada peternak yang memang sudah berpengalaman dalam budidaya ayam kalkun ini, untuk itu carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum Anda memutuskan untuk membeli bibit ayam kalkun yang Anda inginkan.

Pemilihan Lokasi.
Lokasi yang baik akan menjamin pertumbuhan dan kelangsungan bisnis peternakan ayam kalkunAnda, sebelum Anda menentukan lokasi peternakan yang ideal sebaiknya Anda melakukan survei terlebih dahulu tentang keamanan, kenyamanan dan distribusi.
Pastikan peternakan Anda aman dari gangguan manusia, binatang, maupun kemungkinan ancaman bencana alam akibat tanah longsor, banjir, angin, dan berbagai ancaman yang akan menghancurkan bisnis peternakan ayam kalkun milik Anda.
Ada baiknya Anda memilih tempat yang mudah untuk mendapatkan makanan tambahan misalnya disekitar pantai, danau, sungai dan pesawahan.

Jika memungkinkan Anda bisa bekerjasama dengan pemilik perusahaan catering atau rumah makan caranya, Anda tiap hari harus mengambil sisa makanan yang biasanya menjadi sampah untuk Anda olah menjadi pakan ayam kalkun dan bila memungkinkan pemilik rumah makan atau catering anda tawarkan untuk menyediakan menu daging ayam kalkun dari peternakan Anda, dengan cara ini Anda tidak kesulitan untuk mendapatkan pakan tambahan dan hasil panen sudah ada yang bakal menampung tanpa harus susah-susah mencari pembeli. Mudah kan? Makanya sering cari info disini biar gak ketinggalan.
System Perkandangan.
Kandang merupakan rumah tempat untuk tinggal dan tempat untuk melindungi diri dari berbagai gangguan dari luar, jika Anda memiliki prinsip ‘rumahku adalah surgaku’ berikan prinsip ini kepada binatang kesayangan Anda ini. buatkan mereka rumah yang ideal untuk kelangsungan hidup mereka walaupun pada akhirnya salah satu dari mereka akan Anda potong kemudian dimakan atau dijual, tapi selama sidia masih bersama Anda berikan yang terbaik untuknya.
Ukuran kandang harus sesuai dengan kondisi dan pola hidup mereka, jika memungkinkan buatkan kandang yang sesuai dengan latar belakang hidup mereka agar populasi tumbuh dengan sempurna yang nantikan akan menguntungkan Anda, system perkandangan yang baik adalah harus memiliki ruang-ruang untuk aktifitas mereka seperti istirahat, bermain-main, dan aktifitas lainnya seperti tempat makan khusus yang selalu terjaga kebersihannya.
Jika memang memungkinkan arahkan posisi kandang kearah timur agar sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang.
Agar kandang selalu kering Anda bisa menggunakan kulit padi sebagai alas lantai dan bersihkan sesuai kebutuhan.
Kandang harus mudah dibersihkan dari kotoran yang akan mendatangkan penyakit, jika Anda orang kaya sebaiknya anggarkan biaya pembuatan lantai kandang menggunakan lantai plester/semen.
Layout system perkandangan Anda agar nyaman bagi penghuni dan orang yang merawat ternak mulai dari pintu-pintu, ventilasi, dan jalan-jalan antara satu kandang dengan kandang yang lain.
Pisahkan kalkun sesuai umur agar tidak diterjadi tindak kriminalitas dikalangan mereka, jika memang ada jenis ayam-ayam yang nakal sebaiknya pisahkan dari yang lain.
Pastikan tempat bertelur dan mengeram aman dari gangguan ayam yang lain dan atur posisi tempat bertelur untuk memudahkan Anda memeriksa perkembangan telur tanpa mengganggu ayam yang sedang mengeram.


Image result for ayam kalkun mengeram


Pemberian Makan.
Berikan makan sesuai kondisi dan umur ayam kalkun karena untuk jenis ayam kalkun anakan dan kalkun dewasa memiliki porsi dan menu berbeda karena kemampuan lambung untuk menampung makanan dan kemampuan untuk mencerna makan berbeda. Dimasa pertumbuhan biasanya makhluk hidup membutuhkan gizi dan nutrisi yang lebih tinggi biasanya di toko-toko perternakan telah disediakan jenis-jenis pakan ayam sesuai umur dengan kode BR1, BR2, dan lain-lain yang dalam komposisi pembuatan pakan ini memiliki komposisi bahan yang berbeda-beda.
Atur jadwal makan dan sediakan pakan sesuai kebutuhan jangan sampai ada sisa makanan yang nantinya akan menimbulkan penyakit jika malas membersihkan, sebaiknya atur posisi makan mereka agar tidak berebutan dan jaga agar makanan tidak banyak tercecer.
Atur tempat minum agak jauh dari tempat makan agar selalu bersih dari kemungkinan tercampur makanan.

Perawatan Kesehatan.
Kesehatan adalah satu hal yang mahal harganya, bilamana ternak Anda sakit kemudian dijual berapa harga yang akan Anda dapatkan dibanding ternak yang sehat? Ternak yang sehat akan menghasilkan hasil produksi yang baik, bibit yang sehat, dan dompet Anda juga sehat dengan penghasilan yang melimpah dari kesehatan ternak Anda, untuk itu jangan Anda pelit untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi mereka.
Semenjak kecil hingga dewasa selalu pantau perkembangan kesehatan mereka, berikan vaksinasi bila perlu, berikan suplement agar terhindari dari gangguan penyakit, natural suplement adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mereka selain resep ini mudah didapatkan ternak Anda akan selalu sehat alami dan bebas kimia.

Senin, 01 April 2013

Racikan Jamu tradisional Merpati Tinggian



Merpati Tinggian balap tak ubahnya bagaikan seorang olahragawan yang butuh asupan nutrisi yang cukup sejak dini agar terbentuk tubuhn fisik yang ideal dan latihan - latihan rutin dan sistematis plus asupan jamu tradisional agar terbentuk otot yang kuat & lentur serta nafas yang panjang dan mental baja agar dapat bersaing di arena balapan yang penuh dengan kompetitor.

Berikut adalah Racikan Jamu Tradisionaluntuk mencegah penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh merpati tinggian.



Bahan :
1. Kuning telur ayam kampoeng/bebek/Entok 3 bh
2. Madu alam murni 10 sedok makan
3. Kunyit/kunir. (tepung) 10 sendok makan
4. Kencur (tepung) 5 sendok makan
5. Temu kunci 1 ujung jempol
6. Ubi rumput teki. 5 buah
7. sarang burung walet (tidak mutlak )

Bahan-2 diatas sudah cukup menyehatkan dan menguatkan serta sebagai anti penyaki ( kunyit dan ubi rumput teki).


Cara pembuatan :
1. Kuning telur dicampur dengan madu, aduk sampai kental ( matang )
kalau kuning telur tidak mengental berarti madunya bukan madu murni alias madu palsu.
2. Temu kunci dibakar kemudian diparut atau ditumbuk hingga halus
3. Kunyit dan kencur jika tdk tersedia bubuk + ubi teki juga dibakar dulu biar steril kemudian ditumbuk sampai halus .

· Semua bahan dicampur dengan adonan kuning telor dan madu aduk sampai rata dan kental.

· Jemur diterik matahari sampai setengah kering, baru kemudian buat butiran – butiran pil kecil , jemur lagi dan siap sebagai asupan pembalap.

· Pada saat merpati tinggian latihan diberikan tiap malam dan dalam kondisi istirahat cukup berikan 2 – 3 hari sekali 1 butir.

Asupan tambahan 2 hari sebelum latihan :
Tambah asupan hati ikan laut yang telah dikeringkan secukupnya.

Tanbahkan seminggu sekali :
- Minyak ikan
- Vitmin A
- Vitamin B komplek
- Vitamin C

Perhatian :
Ø Hindari bahan yang membuat rasa panas seperti Jahe dan lada karena pembalap bisa loyo apalagi jika diasupkan ke betinanya bisa gak betelur.

Semoga manfaat.

Merpati Kentongan




Merpati kentong adalah sebutan merpati lokal yang sering dijadikan ajang aduan. Aduan merpati lokal ini juga mempunyai peraturan tersendiri. Tidak lagi diletakkan di satu tempat yang dijadikan finis, melainkan tetap menggunakan kandang masing-¬masing sebagai finis dengan pelepasan pada satu tempat yang ditentukan. Jarak pelepasan biasanya lebih dekat dibanding dengan merpati pos, yaitu hanya mencapai puluhan kilometer.

Istilah merpati kentong ini diambil dari kebiasaan saat diadu. Masing-masing lawan menempatkan satu orang pengawas di kandang masing-masing sebagai finis dengan menggunakan alat kentongan sebagai tanda bila merpati sudah sampai di finis. Ada jugksebagai tanda mencapai finis digunakan bendera khusus yang dikenal dengan istilah kebut. Model aduan semacam ini banyak dilakukan di daerah Jawa Timur, khususnya daerah Surabaya dan sekitarnya.

Pada aduan merpati kentong biasanya hanya dua merpati yang diadu kecepatannya dan lokasi lawan relatif berdekatan sehingga antara kandang dapat memantau kedatangan masing-masing merpati baik dari suara tanda kentongan atau melihat langsung. Rentuk lomba merpati semacam kentong boleh dibilang bersifat ilegal dan masih dihantui penggerebekan pihak kepolisian. Mengingat aduan merpati kentong hampir tidak bisa dipisahkan dengan bentuk perjudian.

Aduan merpati semacam ini juga tidak bisa dijadikan atraksi wisata karena biasanya tidak bisa dipindahkan ke tempat yang diinginkan pada satu tempat untuk lebih mudah ditonton. Jika terpaksa harus menggunakan kandang yang sama pada satu tempat yang ditentukan, membutuhkan waktu yang cukup lama. Misalnya, untuk membiasakan tinggal serta harus melakukan latihan terbang kembali ke kandang yang dimulai dari awal.

Jenis merpati lokal ini memang hanya dilombakan pada jarak puluhan kilometer. Namun, perlombaan ini sangat mengasyikkan dan telah menjadi tontonan gratis bagi masyarakat. Merpati-merpati lokal mempunyai kebiasaan terbang sangat tinggi hingga tidak kelihatan. Begitu mencapai ketinggian di atas kandangnya langsung terbang menukik dengan kecepatan penuh. Bahkan, sering ditemukan merpati jenis ini mati saat berlomba akibat terlalu kerasnya membentur atap kandang atau kawat yang melintang disekitar kandang.

Memilih merpati balap yang baik




Untuk memiliki merpati balap yang baik tentunya harus mela¬lui berbagai proses pemilihan yang ketat: Tidak cukup asal membeli di pasaran saja. Saat membeli sebaiknya calon pemilik telah mengetahui ciri-ciri merpati balap yang baik. Bila perlu harus mendapatkan secara jelas informasi keturunan serta prestasi merpati yang akan dibeli dari pemiliknya. Memilih merpati balap bisa juga melalui induk yang telah diketahui riwayat prestasinya, kemudian diambil anakannya.

Meskipun sebagian penggemar mengatakan dari bibit yang baik akan menghasilkan merpati balap unggulan, ternyata tidak semuanya benar. Keturunan bibit unggul pun untuk menjadi merpati unggulan, harus diimbangi kondisi fisik merpati itu sendiri. Kondisi fisiknya harus memenuhi kriteria khusus, baru diberikan perawatan dan program-program latihan yang cukup memadai. Diharapkan cara ini dapat mengantarkan merpati siap berlaga di arena lomba dan mampu keluar sebagai juara.

Pengalaman penggemar yang sering menjuarai arena balap merpati berpendapat bahwa faktor keturunan memegang peranan yang sangat tinggi hingga mencapai 70%. Namun, bila tidak mendapat perawatan dan latihan yang baik tentu sulit untuk mencapai prestasi yang maksimal. Sebaliknya, perawatan dan latihan yang sudah memadai jika tidak ada darah juara, juga akan sia-sia.

Ciri-ciri merpati blap yang baik

Untuk mendapatkan merpati balap yang baik, selain faktor keturunan, kondisi fisik juga harus benar-benar diperhatikan. Penggemar, terutama yang masih pemula, lebih menyukai merpati halap standar. Secara umum ciri fisik merpati balap yang baik seperti berikut ini.

I. Kepala
Bentuk kepala yang baik adalah kepala burung merpati yang bangkok, yaitu lonjong tidak terlalu kecil atau besar. Merpati yang kepalanya terlalu besar tidak bisa terbang cepat dan saat tembak (jatuh di tangan joki) terasa lamban. Bentuk leher merpati yang baik adalah tegak dan pendek atau tidak terlalu panjang. Mengingat bila leher merpati panjang akan menyebabkan ia kurang lincah menengok ke kiri serta ke kanan. I'mruh dan hidungnya kelihatan menyatu bila dilihat dari samping, bentuk paruh merpati yang diakui bagus adalah yang menyerupai paruh derkuku.

2. Mata
Kebanyakan mata burung merpati balap yang berprestasi ber¬warna kuning dan tampak bersih dengan kornea mata hitam, kecil, serta bening. Meskipun demikian, warna mata merah atau putih masih dianggap baik jika terlihat bersih dan kornea matanya hitam, kecil, serta bening. Penglihatan dengan bentuk mata seperti ini diakui sangat tajam. Ketajaman mata bagi merpati balap sangat penting. Dengan penglihatan yang tajam begitu dilepas diharapkan ia bisa langsung mengetahui di mana posisi sang joki yang memegang betina berada. Dengan demikian, pada jarak jauh merpati balap sudah melihat posisi joki sehingga akan semakin mempercepat terbangnya.

3. Daging
Daging merpati balap yang baik berbeda dengan hewan aduan yang mempunyai daging keras. Daging merpati penerbang yang cepat dan tangguh ialah yang gembur atau empuk dengan bungkus kulit ari yang tipis dan bersih. Badan merpati balap pun terasa ringan meskipun kelihatan besar.

4. Bulu halus
Bulu halus yang baik tampak menyerupai sutera yang mengilat. Selain kilauan cahaya yang dipancarkan dari bulunya, bila dipegang pun terasa mengandung tepung sehingga terasa licin. Sepintas bulu tersebut kelihatan seolah-olah berminyak. Bila tersiram, air akan sulit menempel padanya. Bulu tersebut juga seperti kapas. Ciri ini tidak hanya untuk merpati balap, tetapi juga berlaku pada merpati pos dan kentong.

5. Sayap terbang
Bulu sayap terbang merpati balap terbagi menjadi dua bagian. Bulu-bulu di ujung sayap sampai ke pertengahan bagian sayap disebut bulu terbang primer atau utama. Pada merpati balap yang baik berjumlah sepuluh helai (lengkap). Sementara bulu-bulu dari bagian pertengahan sayap hingga ke bagian ketiak disebut bulu terbang sekunder. Bila kondisi sayap merpati balap lengkap, burung ini mampu terbang dengan kecepatan penuh. Banyak yang berpendapat jika jumlah sayap terbang primer kurang dari sepuluh helai, sebaiknya tidak diturunkan dalam lomba. Meskipun demikian, ada beberapa merpati yang mampu menunjukkan pres-tasi dengan jumlah sayap terbang primer kurang dari sepuluh helai. Namun, tetap diakui bahwa bila jumlah helaian sayapnya lengkap prestasinya akan lebih baik. Posisi sayap terbang ini harus rata mulai dari ujung hingga pangkal, menyerupai daun pisang. Bila sayap dibentang tidak terdapat celah dan jaraknya rapat serta sama antara bulu sayap yang satu dengan yang lain sehingga kelihatan rapi. Bentuk bulu sayap semacam ini akan membantu kecepatan terbangnya.

6. Tulang sayap
Tulang sayap yang menjadi pangkal kekuatan mengayun ketika terbang tidak bisa diabaikan begitu saja. Bagian ini harus benar-benar dalam kondisi prima. Ciri tulang sayap yang baik berbentuk merit (bagian pangkal besar, semakin ke ujung semakin kecil). Bila tulang sayap bengkok atau lurus, tidak terlalu banyak berpengaruh. Tulang sayap yang baik lebih tebal, keras, dan rapat. Merpati yang tulangnya tebal dan keras kebanyakan terbangnya cepat dan tidak mudah lelah. Merpati balap yang berdiri tegap sepintas bisa diduga memiliki tulang yang baik.

7. Sendi pangkal sayap
Persendian pada pangkal sayap harus dicari yang bulat serta ukuran antara kiri dan kanan sama atau tidak ada perbedaan. Untuk mengetahui ciri sendi pangkal sayap yang demikian cukup diraba. Bila terasa tidak rata (ada benjolan), perlu diwaspadai. Bisa-bisa persendiannya tidak pada posisi yang sebenarnya. Kondisi itu sangat berpengaruh pada kecepatan terbang merpati.

8. Bulu ekor
Bulu ekor bagi merpati serta burung lain menjadi kemudi yang mempunyai peran dan berpengaruh sangat vital terhadap kemampuan terbangnya. Oleh karena itu, kondisinya harus dalam keadaan maksimal (lengkap). Bulu ekor merpati balap rata-rata berjumlah dua belas helai dan pada posisi tidak terbang terlihat seperti jagung yang masih terbungkus kelobot (seludang). Panjang bulu ekor saat merpati dipegang lebih panjang dari bulu sayap terbang, selisihnya sekitar 2 cm. Bulu ekor agak renggang dan tidak saling menempel. Kondisi seperti ini berpengaruh pada saat terbang. Ia bisa terbang dengan leluasa. Demikian juga bisa mendarat di tangan joki dengan mulus dan tidak terlalu keras.

9. Tulang dada
Bila ingin memiliki merpati yang mampu terbang tinggi dan rendah harus dipilih yang memiliki tulang dada lebih panjang hingga mendekati anus. Merpati yang demikian bisa diturunkan dalam berbagai kategori lomba baik jarak dekat maupun jauh. Merpati yang mempunyai tulang dada pendek kecenderungan terbangnya tinggi, tetapi kurang menguntungkan jika diturunkan pada lomba kelas sprint yang hanya menempuh jarak hingga 500 m.

10. Tulang supit
Bentuk tulang supit ternyata juga menjadi ciri kualitas merpati: baik atau tidak. Merpati yang baik, posisi tulang supitnya sedang, yaitu sekitar 0,5 cm. Jika terlalu dekat, saat terbang kemudian belok, tulang supitnya akan terasa sakit. Sebaliknya, bila tulang supit terlalu lebar bisa mengakibatkan merpati kurang gesit (lincah dan cepat). Selain itu, tulang supit juga harus keras. Bila tulang supit keras, merpati balap akan sangat keras pula ketika tembak (hinggap) di tangan joki. Bahkan jika berdekatan dengan lawan, keberanian menjatuhkan diri ke tangan sang joki lebih hebat lagi.

Tips Memilih Merpati Tinggi an dan Mitos-mitosnya




Saya sebagai salah satu penggemar merpati khusus nya tinggian akan mencoba mengurai tentang cara2 memilih merpati tinggi yg mungkin dapat di jadikan sebuah patokan...dan mungkin apabila meleset mohon maaf,karena tips ini didasarkan dari menggerayang burung tersebut,dan di luar kemungkinan geranyangan tersebut meleset....kalau ingin pasti nya harus mencoba dan melihat sendiri kerja merpati tinggi tersebut.

Cara memilih :
        Lihat katuranggan burung sebelum memegang karena kalau di lihat sudah gak karu2an bentuknya mending jangan karena biasanya burung tersebut tidak seperti harapan.


1.        untuk bulu:
1)    harus kering
2)    harus tebal
3)    ujung bulu di usahakan jangan yg lancip2 agak bulat..karena kalau lancip biasanya tidak  terbang tinggi
4)    unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor,kalau selisih jauh dari ekor biasanya tidak mau tinggi dan cenderung lari. 
 2.        untuk mata:
1)    usahakan yg bening dan bersih
2)    jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata
3)    jangan cari mata yg plupukannya merah membara
4)   kalau matanya seperti mlobor/memudar harus di imbangi dengan warna burung yg mblobor pula
5)    cari yg hitam2 pada mata merespon sinar nya cepat (besar kecil)
3.        untuk bodi:
1)    usahakan untuk merpati tinggi jangan terlalu besar (seperti kapal)
2)   rata2 untuk merpati tinggi yg mau turun atas kepala bentuk nya seperti jantung..dada besar rapet burung tidak panjang.
3)    untuk pegangan body harus rata sampai kebelakang (penuh)
4)    pegangan jangan cari yg empuk ngaret atau empuk seperti kapas.
4.        untuk paruh:
1)    cari yg tipis
2)    cari yg kering
3)    cari yg jangan terlalu panjang
4)    cari yg se warna
 5.        untuk supit:
1)    cari jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang
2)     jangan yg putus atau patah

itu pedoman saya untuk merpati tinggian..alangkah kah bagus nya apabila kita bermain merpati mendapat kan merpati jenis rambon tiga (rambon malang),yaitu silangan antara merpati jawa tulen,merpati balap,dan merpati pos..wah kalau pas ngecross nya hebat itu... tenaga di ambil dari pos tinggi dan jujur nya di ambil dari merpati jawa kecepatan di ambil dari merpati balap.

Untuk mitos2 merpati tinggi ada beberapa hal:
1.        Merpati warna hitam dengan paruh putih..
menurut mitos ini merpati tidak bakal bisa jadi....dan dari kakek saya.papah saya,paman saya dan saya sendiri..ini merpati tidak bakal jadi untuk tinggian karena mentak dan sifat nya jelek sekali
2.      Merpati Gendong mayit ( ada warna putih di punggung tapi tidak tembus ke ekor atau kepala )
banyak yg bilang juga tdak jadi...tapi kalau yg ini saya tidak percaya 100% karena saya mencoba beberapa gendong mayit ada yg jadi.
3.      Merpati mempunyai ekor panjing (cabang)
banyak yg bilang merpati jenis ini suka mendapat bandangan (merpati datang sendiri)..saya membuktikan memang iya..apalagi anakan sendiri..
4.      Merpati dengan garis mata merah membara ( jawa timuran )
banyak yg bilang kurang cerdas,sering lihat keperan betina turun ...survey saya membuktikan memang iya...kalau pelihara jenis ini siap2 aja uang banyak untuk nebus
5.      Merpati sabet ( bulu sayap beda warna di ujung..dan cuman satu kanan saja atau kiri saya)
banyak yg bilang ini burung untuk tinggian tidak bakal jadi...menurut saya tidak begitu karena saya punya sabet yg istimewa...tetapi bisanya kalau sabet,merpati nya mau jadi ya jadi sekalian kalau tidak ya jadi sampah.
6.      Merpati selap ganjil ( bulu sayap di tengah2 berwarna lain,di kiri saja atau di kanan saja)
banyak yg bilang ini burung susah di latih dan suka clap clup ..hinggap seenak nya....menurut saya tidak semuanya begitu
7.      Merpati mata cilau air,cilau mawar (merpati bermata putih)
banyak yg bilang tidak kuat kalau di lepas siang2 di terik matahari,menurut saya memang begitu ,dia hebat nya kalau suasana agak gelap malah matanya awas sekali

nah itu lah pedoman saya dalam memilih merpati khusus nya tinggi an, apabila ada kekurangan mohon di tambah dari yg lebih pakar atau salah dalam menafsirkan sebuah merpati mohon maaf.....

Penyakit dan Pengobatan Pada Burung Merpati




Burung yang sudah terserang penyakit umumnya sangat sulit untuk di sembuhkan. Kalaupun dapat di sembuhkan burung tersebut harus tetap mendapatkan perhatian khusus dalam waktu yang relatif lama. Jika kita menjumpai burung terserang suatu penyakit sebaiknya segera dipisahkan dari burung yang lain yang sehat agar tidak menular.
Berikut ini adalah penyakit penyakit yang sering menyerang burung:

  1. Gangguan Pernapasan
Penyakit pernapasan sering menyerang burung. Penyebab penyakit pernapassan adalah adanya infeksi sekunder pada saluran pernapasan oleh E.coli dan sejenis mycoplasma galisepticum yang yang lebih terkenakl dengan nama CRD (Chronic Respiratory Desease). Jika sudah kronis penyakit ini sangat sukar disembuhkan dan biasanya lama kelamaan burung yang terinfeksi penyakit ini akan mati.
Penyakit pernapasan bersifat menular. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung antara burung yang sehat dan burung yang terinfeksi. Penularan penyakit pernapasan juga dapat terjadi melalui makanan, minuman, lingkungan kandang yang kurang bersih dan makanan/minuman yang tercemar kotoran burung yang terinfeksi penyakit.
Gejala-gejala penyakit pernapasan adalah burung sering bersin-bersin, pada malam hari yang cuacanya dingin pernapasanya ngorok, hidung lembab/basah berlendir, dan aktifitas atau gerak burung menurun. Tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi penyakit pernapasan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
Pengobatan:
Pengetahuan tentang jenis-jenis obat untuk unggas, perlu juga dimiliki oleh para penghobi burung. Umumnya obat-obatan yang perlu disediakan adalah jenis obat yang biasa digunakan juga untuk unggas, khususnya ayam.

DOXERIN Kombinasi ampuh melawan CRD, Snot dan komplikasinya dalam bentuk water soluble

Komposisi per Kg :
Doxycycline 2,5 %
Erythromycine 4,0 %
Indikasi:
Untuk pengobatan CRD, CRD Complex, Coryza dan penyakit pernafasan lainnya pada unggas.
Aturan Pakai dan Dosis : Oral
Unggas : 2 gr/liter air minum per hari atau 200 – 400 mg DOXERIN/kg BB per
hari selama 3 – 5 hari berturut-turut 

  1. Berak Kapur
Penyakit berak kapur banyak menyerang beberapa jenis unggas. Penyakit ini dikenal dengan nama penyakit salmonellosis atau Pullorum. Penyebab penyakit ini adalah Salmonella Pullorum yang menyerang saluran pencernakan.
Penyakit berak kapur bersifat menular. Tanda-tanda serangan yang dapat dilihat adalah kotoran burung berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur, nafsu makan menurung, pada stadium tertentu burung mengalami kesulitan membuang kotoran. Jika diperhatikan, banyak kotoran berwarna putih melekat pada bulu di sekitar anus. Tanda lain burung yang terserang berak kapur adalah muka pucat, bulu tidak teratur, sayap menggantung dan burung tidak bergairah.
Pencegahan terhadap timbulnya penyakit berak kapur dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap hari sangkar di bersihkan dari segala kotoran, termasuk kotoran burung itu sendiri. Gunakan desinfektan atau antiseptik untuk mencuci sangkar. Setiap dua hari sekali, tempat makan dan minum dibersihkan. Sisa-sisa makanan dibersihkan dibuang agar tidak berjamur dan diganti dengan air baru yang sudah direbus atau matang., bersih dan sehat.
Jika burung tersebut sudah terinfeksi berak kapur, burung tersebut harus segera di pisahkan dari burung-burung yang lain agar tidak menular. Burung yang sudah terinfeksi diberi obat antibiotik secara intensif sesuai dengan petunjuk yang ada. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan, sebab jika kita tidak tahu secara passti justru berakibat fatal.
Pengobatan:

NEOXIN Kombinasi antibakteri, water soluble

Komposisi per Kg :
Neomycine (sulfate) 32 gr
Oxytetracycline (HCl) 32 gr
Keunggulan :
  • Mengandung Oxytetracycline yang berspektrum luas dan cepat diabsorbsi sehingga cepat mencapai kadar optimum
    di dalam darah.
  • Mengandung Neomycin yang efektif bekerja memberantas kuman-kuman penyakit disaluran pencernaan dengan tuntas.
  • Praktis dan ekonomis karena mengandung dua antibiotik dalam sekali pemberian.
Indikasi :
  • Mengobati Kolera ayam, Colibacillosis, Salmonellosis dan lain-lain pada unggas.
  • Menekan angka kematian anak ayam pada minggu-minggu pertama.

Cara Pemberian dan Dosis : Oral
Unggas : 2 gr/1liter air minum per hari atau 1 gr NEOXIN/kg BB per hari
selama 3 – 5 hari berturut-turut
  
  1. Snot atau Coryza atau Pilek
Penyakit snot atau corza atau pilek disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Penyakit ini menyerang sekitar bagian muka burung sehingga menyebabkan bengkak dan muncul benjolan berwarna merah di sekitar hidung, mata, dan telinga. Cara penularanya melalui perantaraan burung lain, debu, udara, makanan dan minuman.
Tanda-tanda serangan penyait coriza atau snot yang dapat dilihat adlah muka bengkak, hidung berlendir, sering bersin-bersin, sesak napas, dan napsu makan turun. Jika tidak ditangani secara serius, lama kelamaan burung yang terserang penyakit akan mati.
Pencegahan terhadap serangan penyakit coriza dengan cara menjauhkan burung yang terkena serangan penyakit dengan burung yang masih sehat. Disamping itu sangkar, tempat makan dan tempat minum harus selalu dibersihkan dari segala kotoran.Burung yang sudah terlanjur terserang penyakit snot harus segera diberi obat yang sesuai.

MOXACOL 
Antibakteri, water soluble

Komposisi per Kg :
Amoxycycline (trihydrate) 75.000 mg
Colistin (sulfate) 250.000.000 IU
Indikasi :
Kolera Ayam, Colisepsis, Colibacillosis, Salmonellosis (Berak kapur), enteritis, Ngorok, dll pada unggas.
Cara Pemberian dan Dosis: Oral
Unggas : 1 gr/1 liter air minum atau 0,3 gr MOXACOL/kg BB per hari,
2-3 kali/hari selama 24 hari selama 3 – 5 hari berturut-turut 

  1. Cacingan
Cacingan adalah jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan hati. Penyebab cacingan adalah cacing tambang, cacing gilig, cacing pita dan cacing hati. Tanda-tanda serangan penyakit cacingan yang dapat dilihat adalah burung kurang bergairah, lemah, napsu makan berkurang,bulu tidak teratur, kotoran berbentuk cair, dan berat badan burung menurun.
Faktor utama penyebab kondisi cacingan adalah kondisi sngkar dan tempat makan/minum yang kotor.Pencegahan terhadap serangan cacingan dapt dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar, tempat pakan dan tempat minum. Oleh karena itu, sangkar, tempat pakan dan tempat minum harus selalu di kontrol dan dibersihkan dari segala macam kotoran agar tidak menjadi sarang cacing.
Pengobatan:
Pipera-San (oral solution)
Composition
Setiap ml mengandung: Piperazine citrate 250 mg
Indications
Perlakuan terhadap hama cacing yang disebabkan oleh nematoda pada unggas (Ascaridia Galli, Heterakis gallinarum), babi (Ascaris lumbricoides, Oesophagostomum spp.), Ternak (Neoascaris vitulorum, Oesophagostomum radiatum, Strongylus spp.), Domba / kambing (Oesophagostomum spp.), Anjing / kucing (Toxocara canis, Toxascaris leonina).
Dosage and Direction For Use
* Unggas: 1 ml PIPERA-SAN / kg BW.
* Sapi, domba, kambing, babi: 1.1 ml PIPERA-SAN / kg BW.
* Anjing dan kucing: 0,2 -0,3 ml PIPERA-SAN / kg BW.
* Monkey: 0.7 ml PIPERA-SAN / kg BW.
* Rabbit: 2 ml PIPERA-SAN / kg.
Aman untuk unggas selama produksi dan hamil binatang.
Precaution
AAman untuk unggas selama produksi dan hamil binatang.
Packing
100 ml, 1 l.
  
  1. Kutu Burung , Burung juga sering diserang oleh kutuburung. Burung yang terserang ktu burung menunjukkan gejala-gejala gelisah, sering menggigit-gigit bulu (jawa: didis), jika bulu burung disingkap akan tampak kutu-kutu burung yang bergerak diantara bulu. Jika tidak segera di obati, burung yang terserang kutu lama lama kelamaan akan berat badan menjadi menurun, nafsu makan akan menurun, dan akhirnya akan mati. Penyebab utama serangan kutu burung adalah kondisi sangkar yang kotor, lembab, berbau dan burung jarang mandi. Pencegahan terhadap kutu burung dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, menyediakan air yang cukup untuk mandi. Dan burung sering di jemur.




SUPRALIT 
(Vitamin dan anti stress)
Kombinasi vitamin dan elektrolit anti stress
Stress adalah terjadinya ketidakseimbangan hormon kortikosteroid di dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh pembakaran yang hebat di dalam tubuh yang banyak menggunakan elektrolit yang ada, sehingga tubuh akan banyak kehilangan elektrolit.
Bila diberikan air minum biasa, maka akan terjadi pengenceran elektrolit dalam tubuh yang akan memperburuk keadaan tubuh, sehingga metabolisme tubuh tidak sempurna, akibatnya :
  • Nafsu makan akan turun
  • Berat badan turun
  • Mudah terserang penyakit
Untuk mengatasinya, diberikan SUPRALIT Anti stress.
Komposisi per Kg :
Vitamin A 1.000.000 IU
Vitamin D3 200.000 IU
Vitamin E 10.000 IU
Elektrolit : Na+, K+, Cl-, HCO3-
 
Copyright © 2014 Nernak Lele Powered By Blogger.